BPOM Temukan 3 Bahan Berbahaya dalam Makanan Takjil

Ilustrasi takjil yang mengandung bahan berbahaya (Foto: Fakta.com/Yasmina Shofa)
FAKTA.COM, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya. Ada tiga jenis bahan berbahaya yang ditemukan di panganan itu, yaitu formalin, boraks, dan rhodamin-B.
Dikutip dari laman BPOM, Kamis (13/3/2025), hingga tahap 2 intensifikasi pengawasan pangan per 5 Maret 2024, BPOM telah melakukan sampling terhadap 592 pedagang di 127 lokasi pengawasan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Total pangan takjil yang diuji sejumlah 1.221 sampel dengan hasil 1.193 sampel (97,71%) memenuhi syarat (MS) dan 28 sampel (2,29%) tidak memenuhi syarat (TMS).
BPOM mengidentifikasi mengidentifikasi tiga jenis bahan berbahaya yang masih digunakan di berbagai daerah. Ketiganya adalah formalin, boraks, dan rhodamin B.
Sekadar informasi, formalin adalah zat yang biasa digunakan untuk mengawetkan jenazah. Zat ini sangat berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, boraks kerap digunakan untuk memberikan tekstur kenyal pada makanan. Zat ini bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius, seperti gangguan ginjal dan saraf.
Yang ketiga ada rhodamin B. Konsumsi rhodamin B bisa meningkatkan risiko kanker dan kerusakan organ tubuh.
Berikut ini adalah rinciannya.
1. Formalin (42,86%)
- Ditemukan pada tahu dan mi basah yang dijual di Tangerang, Palembang, dan Jawa Timur.
2. Boraks (35,71%)
- Ditemukan pada kerupuk dan mi yang dijual di Lombok Tengah dan Manggarai Barat.
3. Rhodamin-B
- Ditemukan di kerupuk merah dan bubur pacar cina yang dijual di Rejang Lebong dan Payahkumbuh.
Taruna juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan ciri-ciri makanan yang aman dikonsumsi.
Untuk pangan segar, penting untuk memeriksa warna, bau, dan kemasan. Sementara untuk makanan kemasan olahan, perhatikan kemasan, izin edar, label, dan tanggal kedaluwarsa.
"Jika ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya, kami akan mengingatkan penjual untuk tidak menjualnya lagi dan memberikan pembinaan kepada pedagang serta UMKM," kata dia.
(Penulis: Wafiq Azizah)













