Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Desa Wisata, Program Unggulan Kemenpar untuk Dukung Asta Cita

Desa Wisata Edukasi Cisaat, Subang, Jawa Barat. (foto: Kementerian Pariwisata)

Desa Wisata Edukasi Cisaat, Subang, Jawa Barat. (foto: Kementerian Pariwisata)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memiliki lima program unggulan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah pengembangan desa wisata

Menurut penelusuran Fakta.com dari berbagai sumber, Minggu (23/2/2025), desa wisata merupakan suatu kawasan pedesaan yang memiliki beberapa unsur penting, yaitu:

  • punya daya tarik wisata yang unik dan khas (keindahan alam, budaya, kerajinan lokal, atau kuliner);
  • menyediakan akomodasi yang memadai bagi turis, seperti penginapan;
  • punya fasilitas pendukung yang lengkap seperti restoran dan pusat informasi wisata; serta
  • masyarakat desa yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata dan melestarikan tradisi dan budaya daerah.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Menarik di Kupang, Akankah Dikunjungi Cristiano Ronaldo?

Dikutip dari laman Instagram Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, @budparsulsel, pengembangan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas desa wisata untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan desa wisata berprestasi di kancah internasional.

15 Desa Wisata Raih Penghargaan ASEAN Tourism Forum 2025

Upaya Kemenpar untuk meningkatkan prestasi desa wisata Indonesia di kancah internasional berbuah manis. Ada 15 desa wisata peraih penghargaan di ASEAN Tourism Forum 2025 berasal dari Indonesia. Berikut lima di antaranya, dikutip dari laman Kemenpar.

1. Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Sumatera Barat – ASEAN Homestay Award

Desa Wisata Perkampungan Adat Nagari Sinjunjung memiliki sekitar 76 rumah adat Rumah Gadang. Puluhan rumah itu berjajar rapi dalam satu kawasan perkampungan.

Pengunjung dapat menikmati berbagai paket wisata yang mencakup kegiatan budaya seperti kuliner tradisional, kesenian, dan kelas memasak makanan khas Sumatera Barat, termasuk rendang dan kalamai (dodol).

2. Desa Wisata Bilebante, Nusa Tenggara Barat – ASEAN Public Toilet Award

Baca Juga: Siapkan Desa Wisata di IKN, Sandiaga: untuk Healing, Gak Bikin Kantor Kering

Wisatawan bisa mencoba beragam aktivitas di Desa Wisata Bilebante. Misalnya, memancing di kolam dan hasilnya bisa diolah menjadi hidangan.

Selain itu, tersedia kegiatan bersepeda keliling desa, kunjungan ke kebun herbal, dan perawatan spa. Kuliner lokal seperti es pisang ijo, serabi rumput laut, dan plecing kangkung juga menjadi daya tarik tersendiri.

3. Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur – ASEAN Homestay Award

Desa Wisata Adat Osing Kemiren mendapat penghargaan tersebut karena keramahan warga lokal membuat wisatawan merasa seperti di kampung halaman sendiri. Desa ini menawarkan pengalaman autentik budaya Suku Osing.

Pengunjung dapat merasakan sensasi memasak di dapur tradisional, belajar proses pembuatan kopi khas Banyuwangi, dan menyaksikan pertunjukan budaya Barong Osing.

4. Destinasi Wisata CMC Tiga Warna, Kabupaten Malang, Jawa Timur – ASEAN Community-Based Tourism Award

Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna merupakan kawasan konservasi mangrove dan terumbu karang. Pengelola destinasi ini menerapkan sistem check list barang bawaan untuk memastikan kebersihan lingkungan.

Pengunjung diwajibkan melaporkan dan membawa kembali barang berpotensi sampah seperti botol plastik dan tisu basah. Keindahan alam dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan menjadikan tempat ini istimewa.

5. Lihaga Beach Club, Sulawesi Utara

Terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Lihaga Beach Club menawarkan pantai berpasir putih dengan air laut jernih. Fasilitas lengkap seperti toilet bersih, kafe, dan opsi glamping tersedia bagi pengunjung. Harga penginapan bervariasi, bergantung pada paket yang dipilih.

Bagikan:
Kementerian Pariwisatadesa wisataapa itu desa wisataasta cita
ADS

Trending

Update News

  1. Home
  2. humaniora
  3. Desa Wisata, Program Unggulan ...