Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. hukum
  3. BBM TNI AL Tunggak Triliunan R...

BBM TNI AL Tunggak Triliunan Rupiah, KSAL Minta Diputihkan

TNI AL menggelar rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (28/4/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

TNI AL menggelar rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (28/4/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa TNI AL memiliki tunggakan pembayaran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bernilai triliunan rupiah ke Pertamina. Dia pun meminta agar tunggakan itu diputihkan.

Dia menjelaskan ada tunggakan sebesar Rp2,25 triliun dari konsumsi BBM, dan saat ini dikenakan kembali utang sebesar Rp3,2 triliun.

Baca Juga: Titik Terang Pembunuhan Wartawati oleh TNI AL di Banjarbaru

"Harapannya sebenarnya ini bisa ditiadakan untuk masalah bahan bakar, diputihkan," kata Ali saat rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Menurut dia, utang tersebut sangat mengganggu operasional TNI AL. Ali mengatakan penggunaan BBM untuk TNI AL masih dikenakan harga seperti industri-industri.

Dia pun mengusulkan agar BBM kebutuhan kapal TNI AL diberi subsidi.

"Beda dengan Polri perlakuannya. Nah, ini mungkin perlu disamakan nanti," katanya.

Baca Juga: 2 Anggota TNI AL Pembunuh Bos Rental Divonis Penjara Seumur Hidup

Dia pun mengusulkan agar kebutuhan BBM untuk TNI AL diatur secara terpusat oleh Kementerian Pertahanan. Menurut dia, TNI AL memiliki kebutuhan BBM yang cukup besar untuk operasional kapal-kapal.

Dia menjelaskan, mesin kapal-kapal yang dimiliki oleh TNI AL harus tetap hidup untuk menghidupkan peralatan-peralatan di dalamnya, walaupun kapal tersebut tidak berlayar. Termasuk, kata dia, peralatan pendingin udara di dalam kapal harus tetap hidup.

"Karena kalau AC dimatikan, peralatan elektronik akan rusak di dalamnya. Itu bahayanya," kata dia. (ANT)

Bagikan:
tni alpertaminaKSALbbm
ADS

Trending

Update News