Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. hukum
  3. Hasto Kutip Ayat Kitab Suci da...

Hasto Kutip Ayat Kitab Suci dalam Eksepsi Dakwaan Korupsi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Fakta.com/Dhia Oktoriza)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Fakta.com/Dhia Oktoriza)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengutip ayat-ayat kitab suci dari Al-Qur'an dan Al-Kitab dalam eksepsi atau nota keberatan yang ia bacakan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025). 

Kutipan ayat-ayat tersebut, menurut Hasto, menjadi pengingat bahwa keadilan adalah prinsip utama yang harus dijunjung tinggi dalam proses hukum.

Baca Juga: Kubu Hasto Soroti Salah Kutip Pasal hingga Indikasi Politisasi Usai Sidang

Dalam eksepsinya, Hasto mengutip QS. Al-Ma'idah Ayat 8, yang menekankan pentingnya menegakkan keadilan tanpa dipengaruhi kebencian terhadap pihak tertentu.

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa," demikian bunyi ayat yang ia bacakan.

Selain itu, ia juga merujuk pada QS. Ghafir Ayat 18, QS. Hud Ayat 18, dan beberapa ayat lain yang menegaskan bahwa orang-orang zalim tidak akan mendapat pertolongan atau petunjuk dari Tuhan. 

Selain ayat dalam kitab suci umat Islam, Hasto juga menyinggung hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebut bahwa doa orang yang terzalimi tidak memiliki penghalang antara dirinya dengan Allah.

Baca Juga: Macam-macam Gerutu 'Banteng' setelah Hasto Jadi Terdakwa

Dari Al-Kitab, Hasto mengutip Markus 13:11, yang berbunyi, "Apabila mereka menggiring dan menyerahkan kamu, janganlah khawatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus."

Menurut Hasto, kutipan dari kitab suci ini menjadi pengingat bahwa dalam menegakkan hukum, keadilan harus menjadi prinsip utama, bukan kepentingan politik atau kekuasaan. 

"Keadilan adalah cita-cita seluruh anak bangsa yang merindukan kemerdekaan. Sekiranya kita mengabaikan berbagai praktik ketidakadilan, maka kita sama saja dengan membunuh masa depan kita sebagai bangsa," ujarnya.

Hasto menilai kasus yang menjeratnya sarat dengan kriminalisasi politik dan pelanggaran HAM. 

Baca Juga: Praperadilan Hasto Gugur karena KPK Limpahkan Perkara ke Pengadilan

Ia menegaskan bahwa dakwaan terhadapnya merupakan "daur ulang" kasus lama yang sudah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap.

 "Saya percaya bahwa keadilan akan ditegakkan dan kebenaran pada akhirnya akan menang," ujarnya.

Bagikan:
Hasto Kristiyantokasus korupsisuappdipharun masiku
ADS

Update News

Trending