Menimipas Akan Cek Penyebab 49 Napi Kabur dari Lapas Kutacane

Sebanyak 49 narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Senin (10/3/2025).
Fakta.com, Jakarta - Sebanyak 49 narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Senin (10/3/2025). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto masih akan mengecek penyebabnya.
"Nah, inilah yang mau dicek apakah karena perilaku petugas. Kalau yang sementara perkembangan karena makan nih minta jatah makannya sama dengan yang dari (tahanan) KPK. Memang kan memang ada beberapa klasifikasi di sini. Ada yang Rp18 ribu per hari (jatah makannya), ada yang Rp20 ribu, ada yang Rp22 ribu. Ya, kalau minta seperti itu bukan kapasitas saya lah ya, tapi yang pasti kita akan lakukan pengecekan apa yang menjadi motif sebenarnya daripada kejadian kemarin," ujar Agus saat ditemui awak media di Kementerian Imipas, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2025).
Agus mengaku saat ini penjagaan lapas hanya dilakukan oleh 6 orang saja, namun pihaknya telah bekerja sama dengan Bupati Aceh Tenggara, Kepala Polres Aceh Tenggara, dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0108/Agara Kutacane untuk melakukan pengamanan. Agus pun mengimbau agar para warga binaan yang kabur segera menyerahkan diri.
"Alhamdulillah kemarin kerja sama dengan Pak Bupati, Pak Dandim, Pak Kapolres, dengan teman-teman pengamanan di wilayah. Ini mudah-mudahan bisa segera kita imbau untuk segera menyerahkan diri, daripada nanti kena masalah lain," ucap Agus.
Agus menegaskan akan segera melakukan evaluasi terkait masalah kelebihan kapasitas di Lapas Kutacane.
"Tentunya kita akan upayakan untuk mengatasi masalah over capacity dulu," pungkasnya.
Humas Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjen Imipas), Rika, ketika dihubungi Fakta.com pada Selasa (11/3/2025) membenarkan adanya 49 warga binaan Lapas Kutacane yang kabur, namun 14 orang telah tertangkap kembali dan melarikan diri, sedangkan 35 orang sisanya masih dalam status pengejaran.
"Betul, terjadi peristiwa upaya pelarian warga binaan Lapas Kutacane, sudah dilakukan penanganan dan pengendalian oleh pihak lapas bekerja sama dengan kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah," kata Rika dalam pesan WhatsApp.
Rika juga menyebut Bupati Aceh Tenggara hadir langsung untuk berdialog dengan warga binaan. Sehingga, pada Senin (10/3/2025) pukul 21.00 WIB, kondisi sudah mulai kondusif dan Kepala Lapas Kutacane sudah masuk blok untuk berdialog dan berinteraksi langsung dengan warga binaa.
"Pelayanan makan kepada warga binaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Penjagaaan lapas saat ini dibantu oleh kepolisian dan TNI," tutur Rika.














