Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Pengujian BBM di Tengah Pengusutan Korupsi Pertamina

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menggelar konferensi pers, Kamis (6/3/2025). (Fakta.com/Hendri Agung)

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menggelar konferensi pers, Kamis (6/3/2025). (Fakta.com/Hendri Agung)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengeklaim telah melakukan pengujian sampel bahan bakar minyak (BBM) di berbagai SPBU di Indonesia. Pengujian ini dilakukan bersama Balai Besar Pengujian Migas (Lemigas).

Selain itu, Pertamina juga menggandeng lembaga mandiri dalam pengujian sampel BBM, yakni Surveyor Indonesia dan Tuv Rheinland.

Baca Juga: Kerugian Negara atas Korupsi Pertamina Bisa Melebihi Rp193,7 Triliun

Pengujian BBM ini dilakukan di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina pada 2018-2023. Atas perkara korupsi ini, Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun pada tahun 2023.

Direktur PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan pengujian ini dilakukan di beberapa wilayah. Pengujian ini dilakukan di 75 tempat termasuk salah satunya adalah Terminal Pertamina di daerah Plumpang, Jakaeta Utara. Simon tidak memerinci di mana saja 74 tempat lainnya.

Simon menyebut pengujian ini juga dilakukan di 33 SPBU Pertamina di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor. Pengujian ini dilakukan bersama Balai Besar Pengujian Migas (Lemigas).

"Beberapa kesempatan lalu juga kami sudah melakukan uji sampel bersama Lemigas di 75 tempat termasuk di Terminal Pertamina Pelumpang, begitu juga di 33 SPBU yang tersebar antara lain di Jakarta, Depok, Bogor dan Tanggarang Selatan," kata Simon saat Konferensi Pers bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2025).

Hasil pengujian ini, kata Simon, menunjukkan bahwa BBM Pertamina sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Pengujian Migas (Lemigas) Ditjen Migas Kementerian ESDM, Mustafid Gunawan, mongonfirmasi telah melakukan pengujian sampel BBM bersama PT Pertamina (Persero).

"Kami melakukan pengujian juga, seperti yang sampaikan Pak Dirut (PT Pertamina (Persero) di Jakarta, kemudian di Depok, Bogor termasuk Tangsel dan Plumpang," imbuhnya.

Ia menyatakan Lemigas rutin menguji kualitas BBM di berbagai SPBU Pertamina, dan menyatakan kualitasnya sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami sampaikan kepada Pak Jaksa Agung, Pak Dirut (PT Pertamina Persero) bahwa seluruh (sampel) yang kami lakukan pengujian spesifikasinya memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Ditjen Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi),” kata Mustafid.

Baca Juga: Kejagung Bicara soal Pertamax Oplosan: Ini Terjadi di 2018-2023

Hasil uji terbaru pun, kata Mustafid, menunjukkan kualitas BBM dari SPBU Pertamina sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami sudah melakukan pengujian khusus untuk yang RON semuanya sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam peraturan Dirjen Migas,” ucap Mustafid.

Selain itu, Pertamina juga menunjuk dua lembaga mandiri untuk melakukan pengujian ini, yakni Surveyor Indonesia dan TÜV Rheinland Indonesia. Dua perwakilan dari lembaga ini pun hadir dalam konferensi pers yang sama.

Dua lembaga ini melakukan pengujian BBM di dua SPBU Pertamina, yakni SPBU 34.129.02 di Jalan Gatot Subroto dan SPBU 31.128.02 di Jalan MT. Haryono, Jakarta.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

General Manager PT Surveyor Indonesia, M. Chairudin, mengatakan pihaknya telah diundang oleh Pertamina untuk melakukan uji sampel BBM terhadap tiga parameter, yakni densitas, temperatur, dan warna untuk produk Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo di dua SPBU.

Chairudin mengatakan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa tiga parameter dalam tiga jenis produk BBM Pertamina masih sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Ditjen Migas.

"Dari hasil pengujian yang dilaksanakan terhadap tiga parameter tersebut, hasilnya masih dalam rentang batasan mutu sesuai dengan peraturan Dirjen Migas," ujarnya.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Premium Juga Dioplos Pertamax di Kasus Korupsi Pertamina

President Director TUV Rheinland Indonesia, I Nyoman Susila, mengatakan bahwa pihaknya ditunjuk oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan uji sampel BBM Pertamina di dua SPBU.

"[Melakukan] pengecekan fasilitas SPBU dan kemarin kami juga terlibat untuk melaksanakan pengecekan di dua SPBU yang dipilih,” ujar Nyoman.

Ia mengatakan pengujian dilakukan terhadap dua parameter, yakni kuantitas dan kualitas. Pada parameter kualitas, pengujian dilakukan terhadap densitas BBM. Sedangkan pada parameter kuantitas, yang diuji adalah kesesuaian volume BBM.

Hasil dari pengujian ini, kata Nyoman, menunjukkan bahwa BBM Pertamina sudah sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan Pertamina

"Berdasarkan hasil cek yang kami laksanakan, khususnya di dua SPBU kemarin, hasil pengecekannya itu sudah sesuai juga dengan referensi yang sudah ditetapkan oleh Pertamina. Sudah masuk toleransi," ujarnya.

Bagikan:
kejaksaan agungkorupsi pertaminapt pertamina (persero)pertaminabbm
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. hukum
  3. Pengujian BBM di Tengah Pengus...

Trending