Sukatani Tolak Tegas Tawaran Jadi Duta Polri

Band punk Sukatani menolak tawaran menjadi Duta Polri. (Instagram sukatani.band)
FAKTA.COM, Jakarta - Band punk asal Purbalingga, Sukatani, menolak tawaran menjadi duta Polri sambil menyinggung para pihak yang "tiba-tiba mau terlihat baik."
Dua personel Sukatani, Twister Angel dan Alectroguy, sebelumnya mengungkapkan permintaan maaf di akun Instagram band atas lagu yang bercerita soal budaya pungli akut di kepolisian, 20 Februari 2025.
Video klarifikasi ini pun viral hingga memicu dugaan kuat intimidasi oleh aparat baju coklat. Sukatani belakangan membenarkan intimidasi itu bahkan dilakukan kepolisian sejak 2024.
"Setelah video klarifikasi kami unggah, banyak sekali tawaran-tawaran kepada Twister Angel akibat respon dari adanya pemecatan," demikian keterangan tertulis Sukatani di akun Insagram-nya, Minggu (2/3/2025), sambil menyinggung pemecatan terhadap sang vokalis dari tempatnya mengajar.
"Bahkan khususnya kepada Sukatani, tawaran menjadi Duta Polisi dari Kapolri, dengan itu kami menolak dengan tegas tawaran menjadi Duta Kepolisian tersebut," lanjut keterangan itu.
Pada Minggu (23/2/2025), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo pun mengajakan Sukatani untuk menjadi duta Polri.
“Nanti kalau Band Sukatani berkenan, akan kami jadikan juri atau duta untuk Polri untuk terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi serta konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang,” kata dia, dikutip dari Antara.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang bisa betul-betul adaptif menerima koreksi untuk bisa menjadi organisasi modern yang terus melakukan perubahan dan perbaikan menjadi lebih baik,” ucapnya.
Kapolri mengklaim pula kepolisian tidak antikritik dan tetap menerima berbagai masukan yang diberikan oleh masyarakat.
“Bagi kami, kritik terhadap Polri menjadi bentuk kecintaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ujarnya.
Sukatani pun menyindir para pihak yang berpura-pura baik saat kasus ini jadi viral.
"Kami paham bahwa apa yang baru saja kami alami dan dukungan luas dari kawan-kawan semua membuat semua pihak yang berbuat salah pada kami tiba-tiba mau terlihat baik," urai band punk tersebut.













