Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Bos BI Klaim Likuiditas Perban...

Bos BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Aman, Bagaimana Datanya?

	Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/11/2024). (ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas)

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/11/2024). (ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkap bahwa likuiditas perbankan di Tanah Air masih sangat memadai. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Klaim atas kondisi likuiditas yang memadai didasari oleh sejumlah indikator. Misalnya, rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang masih tinggi, yakni masing-masing sebesar 116,05 dan 26,22 persen. Angka ini jauh di atas batas ambang masing-masing rasio, yakni sebesar 50 dan 10 persen.

Untuk memastikan bahwa kondisi likuiditas benar-benar terjaga, Perry bilang bahwa pihaknya kerap mendorong kebijakan moneter yang ekspansif. Bahkan, meskipun per April ini BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen, pihaknya masih mencermati adanya ruang pelonggaran ke depan.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Nilai Tukar, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

Upaya BI Jaga Likuiditas Perbankan

Hemat Perry, ruang penurunan BI Rate sudah ada, terlebih inflasi Indonesia cenderung rendah. Namun, menurut Perry masalah penurunan BI Rate hanya soal waktu saja. Sebab, saat ini stabilitas nilai tukar masih menjadi hal yang utama.

“Kami masih melihat ruang penurunan suku bunga masih terbuka tentu saja masalah timing-nya perlu kami pertimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah,” jelas Perry.

Kendati begitu, menurutnya, langkah BI menjaga stabilitas Rupiah tidak mengganggu likuiditas perbankan. Sebab, BI juga aktif membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Hingga Selasa (22/4/2025), BI telah membeli SBN sebesar Rp80,98 triliun.

“Dengan membeli SBN ini, tentu saja kami menambah likuiditas di pasar uang maupun perbankan,” jelas Perry.

Baca Juga: Terlalu Banyak Beli SBN, Utang Dolar Bank Indonesia Meroket 93,94%

Kemudian, BI juga mendorong insentif untuk penyaluran kredit di sektor prioritas melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang jumlahnya mencapai Rp370,6 triliun hingga pekan ke-2 April tahun ini.

“Dengan demikian inilah penambahan likuiditas kepada perbankan ini yang kami lakukan,” tegas Perry.

Sejumlah Rasio Masih Dalam Batas Aman, Tapi Alami Penurunan

Meski begitu, urusan likuiditas perlu jadi perhatian. Sebab, meski sejumlah indikator, seperti AL/NCD dan AL/DPK masih dalam batas aman, ternyata angkanya mengalami penurunan.


Data di atas menunjukkan, baik AL/NCD maupun AL/DPK per Maret tahun ini sama-sama terkontraksi dibandingkan bulan lalu. Tak hanya itu, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, penurunan AL/NCD dan AL/DPK pun lebih signifikan.


Begitu juga dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), meski per Maret ini masih meningkat, tetapi lajunya terbilang lambat. Bahkan, sepanjang tahun ini, pertumbuhan DPK bulan Maret merupakan yang terlambat.

Bagikan:
bank indonesiasuku bunga acuanbi rateperry warjiyonilai tukar rupiah
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Trending