Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Proyek Titan Ambruk: Hengkangn...

Proyek Titan Ambruk: Hengkangnya LG Alarm Bahaya Iklim Investasi RI

Ilustrasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). (Dok. KESDM)

Ilustrasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). (Dok. KESDM)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Baru-baru ini, pembatalan investasi konsorsium LG dalam proyek baterai kendaraan listrik di Indonesia mencuat. Fakta ini diungkap oleh Wakil Ketua Umum Aspebindo, Fathul Nugroho, yang dikonfirmasi Antara pada Selasa (22/4/2025).

Padahal, proyek senilai lebih dari Rp130 triliun yang dikenal sebagai Proyek Titan ini digadang-gadang jadi sokongan rantai pasok baterai dari hulu ke hilir.

Sebab, ini merupakan proyek ekosistem baterai EV terintegrasi mulai dari hulu pertambangan nikel, smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL), pabrik prekursor, prekursor katoda, hingga sel baterai.

Baca Juga: LG Batal Investasi, Aspebindo: Indonesia Sulit jadi Hub Baterai EV

Menanggapi hal ini, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menegaskan bahwa kejadian ini merupakan alarm bahaya yang tidak bisa diabaikan.

“Hengkangnya LG dari Indonesia dengan membatalkan komitmen investasi sebesar Rp130 triliun merupakan pukulan telak bagi kita, yang sudah pasti akan menjadi pembicaraan di kalangan investor dunia,” ujar Wijayanto dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (22/4/2025).

Menurutnya, situasi ini berpotensi memicu efek domino. “Jika kita tidak segera responsif memperbaiki diri, maka apa yang dilakukan LG akan diikuti oleh investor lainnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Investor Kendaraan Listrik Masih Enggan Masuk Indonesia

Dalam penilaiannya, berbagai hambatan struktural menjadi akar dari keraguan investor untuk bertahan maupun masuk ke Indonesia.

Praktik premanisme terhadap industri, misalnya, dinilai masih sering terjadi dan menciptakan ketidakpastian di tingkat operasional.

Begitu pula dengan peraturan ketenagakerjaan yang dianggap belum memberikan kepastian hukum, serta proses perizinan dan pengadaan lahan yang dinilai berbelit-belit.

Baca Juga: Prabowo Usul Pelonggaran TKDN, Ancaman bagi Kemandirian Industri?

Wijayanto juga menyoroti kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kerap kali terlalu kaku bagi investor, terutama di sektor-sektor baru yang belum memiliki basis industri kuat di dalam negeri.

Terakhir, deregulasi total dengan pendekatan “eye to eye, neck to neck” terhadap Vietnam, dinilai penting. Sebab, Wijayanto menganggap, Negeri Naga Biru ini memiliki struktur ekonomi yang mirip dan terbukti sukses menarik investasi.


Faktanya, Indonesia masih tertinggal cukup jauh dibandingkan dengan Vietnam, utamanya perihal daya tarik investasi atau yang tercermin dari nilai Investasi Asing Langsung (FDI).

Pada 2010, total FDI yang masuk ke Indonesia sebesar US$15,3 miliar, sedikit di bawah Vietnam yang mencatatkan US$18,3 miliar. Selisih ini pun kian melebar pada 2023.

Lebih mengkhawatirkan lagi, perbandingan dengan Vietnam dapat dilihat dari rasio FDI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).


Secara historis, FDI Indonesia justru mengalami penurunan dari 2,0 persen pada 2010 menjadi 1,6 persen di 2023.

Bagikan:
LG Energy Solutionkendaraan listrikelectric vehicleinvestasi asingForeign Direct Investment
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Trending