Kementan Buka Suara Soal Lonjakan Harga Kelapa

DJKI sinergi percepat kelapa Bido Morotai jadi indikasi geografis, Ternate (16/4/2025). (ANTARA/HO- Humas Kemenkum -Abdul Fatah)
FAKTA.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian buka suara soal harga kelapa yang tengah meroket, belakangan ini. Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, harga kelapa parut per butirnya mengalami peningkatan. Bahkan, dalam berbagai sumber yang dihimpun Fakta.com, harga kelapa sempat mencapai Rp25.000 per butirnya.
Mengenai hal itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengungkap bahwa pihaknya fokus pada aspek produksi, terutama soal peremajaan pohon kelapa.
"Kami ini mengurus pohon kelapanya, bibit kelapa, menanam kelapanya, kami [Kementerian Pertanian] fokus di situ," ucap Sudaryono ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Terkait penyebab lonjakan harga kelapa itu, Sudaryono belum bisa memberikan jawaban pasti. Akan tetapi, ia tidak menampik bahwa usia pohon kelapa yang sudah tua juga bisa mempengaruhi produksi.Oleh sebab itu, salah satu prioritas Kementan adalah soal peremajaan pohon kelapa.
"Saya harus cek sisi produksi. Namun, Kalau [pohon] kelapanya sudah tua kan produksi mungkin[menurun]," jelas Sudaryono.
Upaya peremajaan pohon kelapa yang menjadi fokus Kementan juga dalam rangka merespon peningkatan demand. Sebab, tingginya permintaan juga diduga menjadi salah satu biang kerok lonjakan harga kelapa.
Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga buka suara soal meroketnya harga kelapa. Menurut penuturannya, peningkatan permintaan global juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Meski begitu, Amran meminta kepada masyarakat untuk memberikan ruang kepada petani menikmati berkah harga kelapa tersebut. Sebab, menurut penuturan Amran, petani kelapa tengah berbahagia dengan peningkatan harga ini.
“Beri ruang petani kelapa bahagia,” ujar Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (17/4/2025).













