Barantin Klaim Kemacetan Tanjung Priok Tak Pengaruhi Layanan Karantina

Sejumlah kendaraan saat terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis (17/3/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.)
FAKTA.COM, Jakarta – Pada pekan lalu sejak Rabu (16/4/2025) sampai Jumat (18/4/2025) deretan kendaraan terjebak macet mengular panjang di area akses masuk Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan bahwa layanan lembaganya tidak terdampak akan hal tersebut sebab kemacetan yang terjadi berada di area luar pelabuhan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, saat ditemui awak media seusai diskusi dengan tema “Perkuat Manajemen Pre-Border Perkarantinaan dalam Rangka Kelancaran Arus Barang” di Ruang Auditorium Gedung Pelindo Regional II, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Sahat menegaskan bahwa sistem layanan mereka berada di area border, bukan di luar pelabuhan di mana tempat terjadinya kemacetan tersebut sehingga tidak memengaruhi proses layanan distribusi barang.
“Karantina tidak [terdampak] karena sistem pelayanannya kita kan di depan. [Sementara, kemacetan] ini kan setelah keluar. Tapi nanti bisa ditanya ke institusi yang terkait,” ucapnya
Ia mengatakan bahwa tugas utama Barantin adalah memastikan setiap barang atau komoditas yang masuk ke wilayah Indonesia dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit, seperti pengiriman hewan, produk olahan, maupun bibit tanaman.
Pelindo Beberkan Penyebab Kemacetan
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sempat menyampaikan permintaan maaf atas kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri, menjelaskan bahwa kemacetan tersebut dipicu oleh lonjakan arus barang peti kemas.
Adi menyebutkan bahwa salah satu titik kemacetan terjadi di Terminal New Priok Container Terminal (NPCT1).
Berdasarkan data Pelindo, jumlah truk yang masuk ke terminal mengalami peningkatan hampir dua kali lipat. Jika biasanya kurang dari 2.500 truk yang masuk, kali ini jumlahnya menembus lebih dari 4.000 unit.
Akan tetapi, saat ini lalu lintas di Pelabuhan Tanjung Priok telah normal kembali. Aktivitas di terminal peti kemas berjalan normal dan jalur keluar masuk truk peti kemas juga terpantau lancar.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, mengungkapkan bahwa kemacetan disebabkan karena ketidakcermatan NPCT1 dalam melakukan perencanaan operasional sehingga terjadi lonjakan aktivitas yang melebihi kapasitas pelayanan bongkar muat peti kemas.
Lonjakan tersebut dipicu adanya keterlambatan jadwal sandar kapal menyebabkan tiga kapal sandar bersama-sama di NPCT1 sementara pada saat yang sama dari sisi darat terjadi peningkatan jumlah truk yang datang ke pelabuhan untuk mengantar maupun mengangkut keluar petikemas, pada kondisi jelang libur long weekend.
“Pada NPCT1 yang menjadi titik pusat kepadatan, hingga saat ini terus kami terus lakukan pengawasan terhadap proses keluar masuk barang untuk percepatan normalisasi layanan. Untuk mempercepat penurunan kepadatan di NPCT1, Pelindo bersama otoritas terkait melakukan pemindahan sandaran ke terminal lain untuk kapal yang akan melakukan kegiatan bongkar untuk menurunkan tingkat kepadatan lapangan peti kemas,” ucap Arif dalam keterangan resminya, Selasa (22/4/2025).













