APBN Siap Suntik Modal Koperasi Desa Merah Putih

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)
FAKTA.COM, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono memberikan kisi-kisi soal sumber pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Selasa (22/4/2025), Jakarta.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah merampungkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih. Dalam informasi yang dihimpun oleh Fakta.com, anggaran yang dibutuhkan untuk satu Koperasi Desa Merah Putih sebesar Rp3-5 miliar.
Walhasil, total anggaran yang dibutuhkan berada di kisaran Rp400 triliun. Namun, belum banyak penjelasan rinci dari pemerintah soal teknis pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih.
Terkait hal ini, Menteri Koperasi, Budi Arie beberapa kali ditanyakan soal itu. Akan tetapi, Budi hanya menjawab bahwa teknis pembiayaan akan diserahkan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kendati begitu, Wamentan, Sudaryono memberikan kisi-kisi soal sumber pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih. Sudaryono bilang bahwa sebagian usaha Koperasi Desa Merah Putih akan dibiayai oleh alokasi dana desa dari APBN.
Sudaryono pun mengungkap, bahwa sebagian besar desa yang sudah diberikan sosialisasi terkait hal ini setuju. Sebab, benefit yang akan didapatkan ketika unit usaha koperasi sudah berjalan akan lebih besar.
Terlebih, pemerintah akan memastikan bahwa setiap Koperasi Desa Merah Putih memiliki kegiatan usaha yang pasti. Lebih rinci Sudaryono menuturkan, nantinya Kopdes Merah Putih bisa dilibatkan dalam sejumlah program pemerintah, misalnya penyalur pupuk bersubsidi, perpanjangan tangan Bulog dalam menyerap gabah petani, menjadi agen atau pangkalan LPG, distributor Minyakita, hingga penyaluran obat yang terjangkau untuk rakyat.
“Sehingga ada kegiatan usaha yang wajib yang memastikan mereka berjalan, ditambah mereka rembukan dan musyawarah, kemudian menambah kegiatan usaha yang mereka inginkan. Nah, dengan cara kegiatan usaha yang sudah pasti ini artinya memberikan keuntungan kepada masyarakat desa,” jelas Sudaryono.
Namun, Sudaryono mengaku bahwa belum ada angka pasti berapa besaran APBN untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih.
“Ya belum. Tenang saja masih dihitung, yang jelas kegiatan di desa harus terus berjalan sebagaimana mestinya ini penambahan bagaimana negara hadir negara present di satu desa dan program-programnya berjalan dengan baik,” pungkas dia.













