Perang Dagang, Pemerintah Tetap Optimis Capai Target Pertumbuhan Ekspor 7.1%

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono dalam konpers di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (21/4/2025). (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)
FAKTA.COM, Jakarta – Pemerintah tetap optimis capai target pertumbuhan ekspor tahun ini, meskipun tengah dihantui oleh ancaman tarif dagang yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono dalam media briefing, Senin (21/4/2025), di kantor Kemendag, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Djatmiko menjelaskan bahwa pemerintah tetap akan berupaya menggenjot optimalisasi ekspor meskipun situasi global sedang penuh tekanan. Hal ini guna memastikan bahwa target pertumbuhan ekspor 7,1 persen yang dipatok tahun ini dapat dicapai.
“Kita tidak mencoba mengoreksi [target ekspor] menjadi berapa, tapi kita dengan adanya perjanjian-perjanjian yang baru, kita harapkan target yang sudah ditangkap itu bisa kita capai,” tambahnya.
Selain dengan membuka diversifikasi pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian baru, pihaknya juga akan mengoptimalisasikan perjanjian yang sudah ada dengan beberapa negara guna menggenjot ekspor.
Salah satunya ialah Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). IJEPA ditandatangani pada 20 Agustus 2007 dan diratifikasi melalui Perpres No. 36 tahun 2008, telah entry into force sejak 2008. Protokolnya sudah diteken tahun lalu dan diharapkan tahun ini bisa diimplementasikan.
Dalam hal ini, implementasi kerja sama tersebut dapat memperluas akses pasar ke Jepang sehingga dapat mendorong kinerja ekspor Tanah Air.
Sekadar tambahan informasi, per tahun lalu Indonesia mencatatkan ekspor sebesar US$264,7 miliar. Atas catatan itu, ekspor Indonesia pada periode tersebut tumbuh 2,6 persen.
Pemerintah merasa angka tersebut masih bisa digenjot. Walhasil, tahun ini pihaknya menargetkan ekspor bisa tumbuh sebesar 7,1 persen. Sementara itu, pada Maret tahun ini, ekspor Indonesia dicatatkan sebesar US$23,25 miliar atau tumbuh 3,16 persen secara tahunan (yoy).
Adapun secara kumulatif, yakni Januari–Maret tahun ini, ekspor Indonesia dicatatkan sebesar US$66,62 miliar atau naik 6,93 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.













