Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Harga Batu Bara dan CPO Terend...

Harga Batu Bara dan CPO Terendah Sejak 2021, Pengaruhi Kinerja Ekspor RI

Batu bara di atas ponton melintasi Sungai Mahakam, Kaltim. Batu bara merupakan bahan bakar mineral yang menjadi pendorong utama ekspor dari Kaltim ke sejumlah negara. (ANTARA/ M Ghofar)

Batu bara di atas ponton melintasi Sungai Mahakam, Kaltim. Batu bara merupakan bahan bakar mineral yang menjadi pendorong utama ekspor dari Kaltim ke sejumlah negara. (ANTARA/ M Ghofar)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Harga batu bara dan CPO di pasar internasional pada Maret 2025 mencatatkan penurunan signifikan, menyentuh level terendah sejak Mei 2021. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Indonesia sebagai salah satu pemain ekspor dari dua komoditas energi tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa tren harga komoditas energi menunjukkan variasi yang mencolok.

“Kenaikan harga bulanan terjadi pada kelompok komoditas logam dan mineral serta logam mulia dan di sisi lain harga komoditas energi dan pertanian menurun,” ungkapnya di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Secara spesifik, harga batu bara berada di titik paling rendah sejak lebih dari tiga tahun terakhir. Bahkan disandingkan dengan harga tertingginya pada September 2022 telah terjadi penurunan sedalam 75,86 persen.


“Penurunan harga komoditas energi tentunya didorong oleh penurunan harga minyak mentah dan batu bara. Harga batu bara pada Maret 2025 menyentuh level terendah sejak Mei 2021,” tambahnya.

Dampaknya terlihat jelas dalam neraca ekspor Indonesia. Nilai ekspor batu bara mengalami penurunan signifikan, baik secara bulanan maupun tahunan. Sebab, nilai ekspor batu bara turun sebesar 5,54 persen secara bulanan dan turun 23,14 persen secara tahunan.

Sementara itu, komoditas CPO dan turunannya juga mengalami penurunan dalam jangka pendek, meski secara tahunan masih tumbuh.

“Nilai ekspor CPO dan turunannya turun 3,55 persen secara bulanan tetapi naik 40,85 persen secara tahunan,” imbuh Amalia.


Penurunan kinerja batu bara dan CPO menjadi perhatian serius, mengingat perannya yang sangat besar dalam struktur ekspor nasional. Padahal, kedua komoditas ini bersama besi dan baja menyumbang hampir sepertiga dari ekspor non-migas Indonesia.

“Total ketiga kelompok komoditas ini memberikan share sekitar 30,01 persen dari total ekspor non-migas di Indonesia pada Maret 2025,” jelas Amalia, merujuk pada besi dan baja, CPO dan turunannya, serta batu bara.

Meskipun terjadi tekanan pada batu bara dan CPO, secara keseluruhan ekspor Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan.

Pada Maret 2025 nilai ekspor Indonesia mencapai US$23,25 miliar atau naik sebesar 5,95 persen dibandingkan Februari 2025.

Bagikan:
batubarabadan pusat statistikbpsCrude Palm Oil
ADS

Update News

Trending