Danantara Jadi Sorotan, RI–Qatar Teken Investasi Bersama Rp64 Triliun

Menteri PKP, Maruarar Sirait dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Aguan dalam Program Bebenah Kampung di Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025). (Fakta.com/Trian Wibowo)
FAKTA.COM, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Qatar menyepakati kerja sama investasi senilai total Rp64 triliun melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, di Doha, yang juga dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh dunia usaha.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perumahan, Maruarar Sirait alias Ara, yang turut hadir dalam rombongan pejabat RI ke Qatar.
Menurut Ara, nilai investasi disepakati masing-masing sebesar US$2 miliar dari pihak Indonesia dan Qatar
“Dari Qatar US$2 miliar, dari kita juga US$2 miliar. Jadi totalnya Rp64 triliun,” ucap Ara dalam peluncuran Program Bebenah Kampung di Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, pembicaraan terkait Danantara justru dimulai oleh pihak Qatar.
“Danantara itu bukan Presiden kita yang cerita, tetapi Emir Qatar yang tanya. ‘Apa itu Danantara? Untuk apa?’ Presiden Prabowo jelaskan, itu lembaga yang menggalang kekuatan dari BUMN. Asetnya besar, kurang lebih US$800 sampai US$900 miliar,” jelasnya.
Maruarar mengaku terkesan dengan cepatnya proses pengambilan keputusan dari pihak Qatar.
“Enggak ada saya rasa orang mau 20 menit ngomong langsung deal. Langsung anak buahnya dipanggil. Real," katanya.
Untuk diketahui, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Qatar merupakan bagian dari lawatan kenegaraan ke kawasan Timur Tengah, guna memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra strategis.
Dalam keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Prabowo tiba di Doha pada Sabtu malam (12/4/2025). Esok harinya, Minggu (13/4/2025), ia menjalani agenda utama berupa kunjungan resmi ke Istana Amiri Diwan untuk bertemu Emir Qatar.













