Waduh, Realisasi KUR Tahun Ini Baru Mencapai 19 Persen

Menteri UMKM Maman Abdurrahman (ketiga kiri) menyampaikan keterangan produksi dalam konpers di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (15/4/2025). (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)
FAKTA.COM, Jakarta – Meski belum sampai seperempat target, pemerintah optimis penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) capai target. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam konferensi pers di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (15/4/2025).
Dalam kesempatan itu, Maman menyampaikan bahwa realisasi penyaluran KUR sepanjang Kuartal I 2025 mencapai Rp57,51 triliun.
“Debitur penerimanya kurang lebih sekitar 1.014.000 orang,” ujar Maman.
Adapun tahun ini, target penyaluran KUR yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp300 triliun. Dengan realisasi tersebut, maka penyaluran KUR sepanjang Kuartal I 2025 baru mencapai 19,03 persen dari target.
Jika dalam satu tahun ada empat kuartal, maka setidaknya untuk mencapai target penuh, tiap kuartalnya pemerintah perlu merealisasikan sebesar 25 persen dari target. Artinya, penyaluran KUR di seperempat pertama tahun ini, terbilang lambat.
Meski begitu, Maman optimis bahwa penyaluran KUR tahun ini dapat mencapai target. "Kami siap mengejar target yang sudah diamanahkan kepada kami,” imbuhnya.
Sebagai perbandingan, realisasi KUR sepanjang tahun lalu dicatatkan sebesar Rp280,28 triliun. Atas catatan itu, realisasi KUR di tahun tersebut sebesar 100,10 persen dari target dan tumbuh 7,8 persen (yoy).
Dalam kesempatan itu, Maman menyampaikan bahwa sekitar Rp33,86 triliun KUR yang direalisasikan di Kuartal I 2025 tersalurkan pada sektor produksi. Jika dipersentasekan, maka angkanya mencapai 58,9 persen dari total penyaluran.
Asal tau saja, peningkatan target realisasi KUR tahun ini bukan tanpa alasan. Objektif pemerintah adalah memperluas akses pembiayaan kepada UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Tanah Air.
Di samping itu, upaya perluasan pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong UMKM hingga naik kelas. Dari target Rp300 triliun yang ditetapkan, pemerintah berupaya menyasar penyaluran kredit hingga dua juta debitur.













