RI Siapkan Investasi Perusahaan ke AS, Sektor Migas hingga IT Jadi Sorotan

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu usai konpers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (14/2/2025). (Fakta.com/Trian Wibowo)
FAKTA.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa perusahaan Indonesia akan berinvestasi di Amerika Serikat sebagai respon terkait tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
“Secara teknis juga Indonesia juga akan ada selain mengundang investasi Amerika di Indonesia. Indonesia juga akan ada perusahaan yang akan investasi di Amerika,” ucap Airlangga saat konferensi pers di kantornya di Jakarta pada Senin (14/4/2025).
Namun, saat ditanya kembali oleh awak media perihal detail perusahaannya, Airlangga belum bisa memastikan. Menurutnya, detailnya akan disampaikan setelah negosiasi berlangsung.
“Nah itu nanti [terkait perusahaan yang akan investasi di AS] akan diumumkan di sana,” tegas Airlangga.
Ditemui di momen yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu pun menyatakan hal serupa. Ia juga belum dapat memastikan sektor aoa yang akan berinvestasi di AS.
Meski begitu, ia menyoroti industri minyak dan gas (migas) sebagai salah satu komoditas strategis untuk investasi di Amerika Serikat. Ia menyebut bahwa BUMN sebelumnya pernah melakukan investasi sektor ini di luar negeri, dan berharap peluang tersebut dapat dibuka kembali.
“BUMN kita punya strategi berinvestasi di luar negeri kan memang sudah ada, harapannya bisa dibuka kembali,” ungkapnya.
Selain migas, sektor lain yang dinilai memiliki nilai prestisius adalah Teknologi Informasi (IT). Menurut Todotua, investasi di sektor IT berpotensi mendorong pengembangan riset dan inovasi (R&D), khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI).
"Kenapa kita tidak berinvestasi, misalnya, di perusahaan AI yang ada di AS? Itu kan strategi, karena ketika kita bisa masuk dan berinvestasi, kita bisa mendapatkan feedback untuk strategi R&D kita ke depannya," tandas Todotua.
Perlu diketahui bahwa rencana investasi ini merupakan bagian dari upaya negosiasi Indonesia dengan Pemerintah AS yang rencananya akan digelar pada pada Rabu (16/4/2025), hingga Sabtu (26/4/2025).
Rangkaian kunjungan ini, kata Airlangga, juga bertepatan dengan diselenggarakannya Spring Meeting yang diadakan oleh IMF dan World Bank.
Indonesia termasuk negara pertama yang menerima undangan resmi untuk berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat.
Saat ini, sejumlah kementerian dan lembaga telah melakukan berbagai pembahasan guna mematangkan agenda dan strategi yang akan dibawa dalam misi negosiasi tersebut.













