Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Ada Tarif Trump, UNIDO Dorong ...

Ada Tarif Trump, UNIDO Dorong Indonesia Lirik Tetangga

Nobuya Haraguchi, periset Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) di Jakarta, Kamis  (10/4/2025). Foto: Fakta.com/Hanun Rifda

Nobuya Haraguchi, periset Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) di Jakarta, Kamis (10/4/2025). Foto: Fakta.com/Hanun Rifda

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Di tengah huru-hara ekonomi global yang akan terjadi karena kebijakan Donald Trump yang kian tak berujung, Indonesia masih punya peluang untuk membuka luas investasi dan kerja sama perdagangan. Peluang bagus itu dengan menguatan perdagangan regional dengan negara-negara tetangga ASEAN dan Asia.

Hal itu diungkapkan Nobuya Haraguchi, peneliti dan pelaku kebijakan publik Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) dalam wawancara bersama Fakta.com di acara Industrial Development Report yang diadakan di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

“Dengan adanya inovasi yang kuat yang bisa kita lakukan dengan kerja sama strategis dalam bentuk inovasi, apalagi Indonesia memiliki negara dengan skill terbaik, sehingga Indonesia dapat membuka peluang investasi besar dengan negara-negara tetangga ASEAN dan Asia Pasifik seperti Tiongkok, Jepang dan juga Vietnam,” ujar Haraguchi.

Baca Juga: RI-Turki Dorong Perluasan Kerja Sama Perdagangan Merespon Tarif Trump

Menurutnya, peluang bisa diciptakan dengan menjalin kerja sama dengan negara-negara yang lebih dekat meski ketidakpastian ekonomi global dan politik internasional tengah terjadi. Salah satu yang bisa diharapkan yakni memajukan industri teknologi yang bisa menjadi solusi akurat di tengah ketidakpastian.

“Kita tak pernah tahu ya bagaimana yang akan terjadi kedepannya di tengah politik yang tidak stabil. Terlebih dengan adanya kebijakan Trump yang melihatkan ketidakpastian, jadi yang bisa kita lakukan adalah dengan meningkatkan inovasi dan teknologi pada masyarakat dan juga negara kita masing-masing,” tambahnya.

Melakukan kerja sama dengan membuka peluang investasi sebesar-besarnya melalui hubungan multilateral mampu memberikan dampak yang positif di tengah-tengah ketidakpastian pasar global, kata Haraguchi.

Dengan melakukan mitra multikultural, dan kerja sama bilateral, dengan negara tetangga bisa menjadi investasi jangka panjang dengan meningkatan kerja sama di berbagai bidang.

Baca Juga: Perang Dagang Trump, ASEAN Siap Bentuk Satgas Geoekonomi

Selain itu, Haraguchi juga mendorong Indonesia untuk terus memperkuat kapabilitas produksi dalam negeri sembari meningkatkan penambahan nilai lokal demi industry jangka panjang.

“Apabila kita perhatikan kapabilitas produksi lokal dan meningkatkan penambahan nilai lokal, industri negara akan membaik dalam jangka menengah hingga jangka panjang,” ungkap Haraguchi

Terlebih, Indonesia memiliki keuntungan kompetitif yang besar dalam bentuk sumber daya manusia dan juga tenaga kerja produktif untuk menguatkan industri nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya dan mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan industri baru untuk masa yang akan datang, baik dalam teknologi kendaraan maupun digitalisasi,” tambah Nobuya.

Bagikan:
kebijakan tarif TrumpKerjasama Ekonomiperang dagangekonomi global
ADS

Update News

Trending