Ada Tarif Trump, UNIDO Dorong Indonesia Lirik Tetangga

Nobuya Haraguchi, periset Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) di Jakarta, Kamis (10/4/2025). Foto: Fakta.com/Hanun Rifda
FAKTA.COM, Jakarta - Di tengah huru-hara ekonomi global yang akan terjadi karena kebijakan Donald Trump yang kian tak berujung, Indonesia masih punya peluang untuk membuka luas investasi dan kerja sama perdagangan. Peluang bagus itu dengan menguatan perdagangan regional dengan negara-negara tetangga ASEAN dan Asia.
Hal itu diungkapkan Nobuya Haraguchi, peneliti dan pelaku kebijakan publik Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) dalam wawancara bersama Fakta.com di acara Industrial Development Report yang diadakan di Jakarta, Kamis (10/4/2025).
“Dengan adanya inovasi yang kuat yang bisa kita lakukan dengan kerja sama strategis dalam bentuk inovasi, apalagi Indonesia memiliki negara dengan skill terbaik, sehingga Indonesia dapat membuka peluang investasi besar dengan negara-negara tetangga ASEAN dan Asia Pasifik seperti Tiongkok, Jepang dan juga Vietnam,” ujar Haraguchi.
Menurutnya, peluang bisa diciptakan dengan menjalin kerja sama dengan negara-negara yang lebih dekat meski ketidakpastian ekonomi global dan politik internasional tengah terjadi. Salah satu yang bisa diharapkan yakni memajukan industri teknologi yang bisa menjadi solusi akurat di tengah ketidakpastian.
“Kita tak pernah tahu ya bagaimana yang akan terjadi kedepannya di tengah politik yang tidak stabil. Terlebih dengan adanya kebijakan Trump yang melihatkan ketidakpastian, jadi yang bisa kita lakukan adalah dengan meningkatkan inovasi dan teknologi pada masyarakat dan juga negara kita masing-masing,” tambahnya.
Melakukan kerja sama dengan membuka peluang investasi sebesar-besarnya melalui hubungan multilateral mampu memberikan dampak yang positif di tengah-tengah ketidakpastian pasar global, kata Haraguchi.
Dengan melakukan mitra multikultural, dan kerja sama bilateral, dengan negara tetangga bisa menjadi investasi jangka panjang dengan meningkatan kerja sama di berbagai bidang.
Selain itu, Haraguchi juga mendorong Indonesia untuk terus memperkuat kapabilitas produksi dalam negeri sembari meningkatkan penambahan nilai lokal demi industry jangka panjang.
“Apabila kita perhatikan kapabilitas produksi lokal dan meningkatkan penambahan nilai lokal, industri negara akan membaik dalam jangka menengah hingga jangka panjang,” ungkap Haraguchi
Terlebih, Indonesia memiliki keuntungan kompetitif yang besar dalam bentuk sumber daya manusia dan juga tenaga kerja produktif untuk menguatkan industri nasional.
“Indonesia memiliki sumber daya dan mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan industri baru untuk masa yang akan datang, baik dalam teknologi kendaraan maupun digitalisasi,” tambah Nobuya.













