Bos Bapanas Klaim Harga Cabai Turun dalam Waktu Dekat

Ilustrasi - Pedagang menimbang cabai rawit di Pasar Liluwo, Kota Gorontalo, Gorontalo. (ANTARA/Adiwinata Solihin)
FAKTA.COM, Jakarta – Setelah dalam beberapa waktu terakhir harga cabai sempat melambung tinggi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengungkapkan ada hilal penurunan harga.
Hal tersebut disampaikannya ketika ditemui di kantor Kementeriaan Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (10/4/2025). Dalam kesempatan itu, Arief memberikan sinyal bahwa harga cabai akan mulai turun dalam dua sampai tiga minggu ke depan.
“Itu, saya udah ketemu sama asosiasi bahwa cabai itu juga akan mulai turun di 2-3 minggu ke depan. Seiring panennya lebih banyak, hujannya juga sudah mulai agak reda,” jelas Arief.
Bahkan, Arief mengatakan, harga pangan secara umum sudah relatif turun.
Selama selama masa Ramadan dan Idulfitri, cabai termasuk dalam komoditas yang mengalami lonjakan harga, terutama cabai rawit merah.
Kini, harga rata-rata nasional cabai rawit merah sudah berada di level Rp80.125 per Kilogram atau berada di bawah Rp100.000. Kendati begitu, tingkat disparitasnya masih 40,57 persen. Data ini diambil berdasarkan informasi Rabu (9/4/2025).
Adapun berdasarkan pantauan panel harga pangan Bapanas, apabila tingkat disparitas menyentuh angka 20-50 persen, maka komoditas tersebut masuk dalam kategori waspada.
Namun, harga cabai rawit merah di sejumlah provinsi di Tanah Air masih relatif mahal. Hal tersebut tercermin dari disparitas terhadap harga acuan penjualan nasional yang tinggi, yakni di atas 50 persen.
Merujuk pada panel harga pangan Bapanas, disparitas di level tersebut menandakan harga komoditas di daerah itu perlu intervensi.













