Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

Menteri ESDM akan Tambah Impor Minyak dan LPG dari AS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/3/2025) malam. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/3/2025) malam. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah sedang menghitung kemungkinan meningkatkan impor minyak dan LPG dari Amerika Serikat.

“Ini [minyak dan LPG] yang sedang kami kaji untuk kemudian dijadikan salah satu komoditas yang kita beli dari Amerika Serikat,” ucap Bahlil ketika ditemui awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Rencana untuk menggenjot impor minyak dan LPG dari AS bertujuan untuk menyetarakan neraca perdagangan antara Indonesia dengan Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Migas Indonesia Kritis: Lifting Turun, Impor Naik

Mengutip BPS, Bahlil menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia terhadap AS surplus US$14–15 miliar atau sekitar Rp237,06 triliun–Rp253,99 triliun (kurs Rp16.933 per Dolar AS).

Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, maka Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Bahlil untuk melihat potensi apa saja yang bisa dibeli dari AS.

Langkah ini merupakan salah satu bentuk negosiasi yang akan ditawarkan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia sebesar 32 persen.

Bahlil menyampaikan bahwa memang 54 persen dari keseluruhan impor LPG di Indonesia berasal dari AS. Selain itu, Indonesia juga mengimpor minyak dalam jumlah besar.

Baca Juga: Perekonomian Asia-Pasifik Melemah Imbas Kebijakan Dagang Trump

Kajian yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah meliputi nilai keekonomian ihwal penambahan volume impor migas dari AS.

“Logikanya, seharusnya lebih mahal [impor dari AS] karena transportasinya. Tapi, buktinya harga LPG dari AS sama dengan dari Timur Tengah. Jadi, saya pikir semua ada cara untuk menghitung,” kata dia.

Lebih lanjut, meski Indonesia berencana untuk menggenjot impor minyak dan gas dari AS, Bahlil menyampaikan tidak ada rencana bagi pemerintah untuk menghentikan impor migas dari Singapura, Afrika, maupun Timur Tengah.

“Tidak disetop, volumenya yang mungkin dikurangi,” ujar dia.

Dengan demikian, penambahan impor minyak dan gas dari AS bersifat alih impor, bukan penambahan volume impor secara keseluruhan.

Baca Juga: Bertemu Dubes AS, Airlangga Janji Relaksasi TKDN Produk Apple hingga Microsoft

Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, rencana alih impor tersebut tidak akan mengganggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketika disinggung apakah pemerintah akan mengimpor LNG dari AS, Bahlil menegaskan bahwa saat ini pemerintah hanya menghitung rencana impor LPG dan minyak.

“Komoditas lainnya di sektor ESDM itu belum kami hitung karena belum ada kebutuhan juga. Jadi, soal [rencana impor] LNG, saya ngomongnya [impor] LPG aja,” ucap Bahlil.

Baca Juga: Tarif Impor AS Naik Gila-Gilaan, RI Gandeng ASEAN Lawan Balik

Diketahui, Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 mengumumkan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang efektif berlaku tiga hari setelah diumumkan.

Kebijakan Trump itu diterapkan secara bertahap, yaitu mulai dari pengenaan tarif umum 10 persen untuk seluruh negara terhitung sejak tanggal 5 April 2025, kemudian tarif khusus untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia, mulai berlaku pada 9 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB).

Dari kebijakan terbaru AS itu, Indonesia terkena tarif resiprokal 32 persen, sementara negara-negara ASEAN lainnya, Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Malaysia 24 persen, Kamboja 49 persen, Thailand 36 persen, dan Vietnam 46 persen. (ANT)

Bagikan:
kebijakan tarif Trumpimpor migasgas lpgBahlil Lahaladiakementerian esdm
ADS

Trending

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Menteri ESDM akan Tambah Impor...