Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. ekonomi
  3. ASEAN Tegaskan Posisi Sebagai ...

ASEAN Tegaskan Posisi Sebagai Pusat Perdagangan dan Investasi pada World Expo 2025

Konferensi pers “Pre Event World Expo Osaka 2025” di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (9/4/2025). (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)

Konferensi pers “Pre Event World Expo Osaka 2025” di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (9/4/2025). (Fakta.com/Muhammad Azka Syafrizal)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) akan berpartisipasi pada gelaran World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Adapun acara tersebut akan diselenggarakan selama enam bulan, yakni 13 April sampai 13 Oktober 2025.

Deputy Secretaries General ASEAN, Nararya Soeprapto menyebutkan bahwa partisipasi ASEAN pada acara itu penting untuk menyampaikan visi ASEAN kepada dunia. Terutama dalam kancah perekonomian, yakni sebagai kawasan yang resilien, terintegrasi, dan berpihak pada kepentingan publik.

Hal tersebut disampaikan dalam "Pre Event World Expo Press Conference", Rabu (9/4/2025), di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Di samping itu, Nararya juga menegaskan bahwa partisipasi ASEAN dalam gelaran itu sebagai penegasan posisi ASEAN sebagai pusat perdagangan hingga investasi, terlebih untuk menjawab tantangan global.

“Keterlibatan ASEAN mencerminkan komitmen ASEAN untuk memposisikan kawasan ini sebagai tujuan utama perdagangan dan investasi,” ujar Nararya.

Baca Juga: Tarif Impor AS Naik Gila-Gilaan, RI Gandeng ASEAN Lawan Balik

Relevansi dengan Tantangan Perang Dagang 2.0

Penegasan posisi sebagai pusat perdagangan dan investasi ini menjadi penting di tengah tantangan kebijakan tarif dagang Amerika Serikat. Sebab, kebijakan ini berpotensi menggeser tatanan perdagangan dunia.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani pun mengungkap hal serupa. Dengan diberlakukannya tarif bea masuk impor pada sejumlah negara oleh AS, sejumlah negara kini tengah membicarakan opsi trade diversion. Hal ini guna menemukan alternatif pangsa ekspor baru.

Sebab, Sri Mulyani menyadari bahwa kontribusi AS dan China dalam perdagangan global itu hanya sekitar 25 persen. Oleh sebab itu, sisanya bisa menjadi alternatif pangsa ekspor baru.

“Jadi 75 persen sebetulnya bisa berdagang di luar dua negara besar itu,” tutur Sri Mulyani dalam "Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia", Selasa (8/4/2025), di Menara Mandiri, Jakarta.

Bagikan:
aseankebijakan tarif TrumpWorld Expo Osaka 2025perang dagang
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Trending