Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Bertemu Dubes AS, Airlangga Ja...

Bertemu Dubes AS, Airlangga Janji Relaksasi TKDN Produk Apple hingga Microsoft

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Duta Besar AS untuk RI, Kamala S. Lakhdhir di Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Duta Besar AS untuk RI, Kamala S. Lakhdhir di Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir hari ini, Rabu (9/4/2025).

Menko menyatakan Indonesia akan menyiapkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk mendorong impor produk AS serta menjaga daya saing produk ekspor Indonesia ke AS.

Sebagaimana diketahui, tarif resiprokal AS yang sebesar 32 persen untuk Indonesia akan mulai berlaku pada 9 April 2025, kecuali dapat dinegosiasikan lebih lanjut.

Baca Juga: Tarif Impor AS Naik Gila-Gilaan, RI Gandeng ASEAN Lawan Balik

“Indonesia akan mengedepankan jalur negosiasi dan tidak melakukan tindakan retaliasi, sejalan dengan negara ASEAN lainnya. Negosiasi kita upayakan dengan revitalisasi Indonesia-US Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang sudah berlaku sejak 1996,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Dirinya menyatakan akan menempuh beberapa kebijakan strategis sebagai upaya negosiasi dalam merespons tarif AS.

Beberapa di antaranya yakni dengan deregulasi non-tariff measures (NTMs) melalui relaksasi TKDN sektor informasi dan komunikasi dari AS seperti GE, Apple, Oracle, dan Microsoft. Selain itu, pihaknya berencana melakukan evaluasi terhadap kebijakan larangan dan pembatasan, hingga mempercepat proses sertifikasi halal.

Baca Juga: Tarif Trump, Nike Curhat ke Pemerintah RI: Jangan Sampai Gagal Produksi!

Kedua negara juga mendiskusikan langkah-langkah kebijakan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan barang.

Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan menyiapkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk mendorong impor produk AS dan menjaga daya saing produk ekspor Indonesia ke AS, tentunya dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.

Baca Juga: Beda Prospek Ekonomi Tiga Mitra Dagang Terbesar RI

Merespons hal tersebut, Dubes Kamala menyampaikan bahwa di tengah inisiatif negosiasi dengan AS dari berbagai negara yang terdampak kebijakan tarif Presiden Trump, Kedubes AS di Jakarta berkomitmen untuk memfasilitasi upaya komunikasi dan negosiasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

”Kami telah berkomunikasi dengan Secretary of Commerce dan United States Trade Representatives (USTR) terkait rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan negosiasi. Kami siap mengatur rencana pertemuan dengan pihak strategis lainnya jika dibutuhkan,” ungkap Dubes Kamala.

Bagikan:
kebijakan tarif TrumpKedubes Amerika Serikatpabrik Apple di BatamMicrosoft
Loading...
ADS

Trending

Update News