Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

Tarif Trump, Nike Curhat ke Pemerintah RI: Jangan Sampai Gagal Produksi!

Toko sepatu Nike di Grand Indonesia Mall, Jakarta. (Dok. Nike Indonesia)

Toko sepatu Nike di Grand Indonesia Mall, Jakarta. (Dok. Nike Indonesia)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Tensi perdagangan global kian memanas akibat kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Akibatnya, sejumlah perusahaan global mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap kelangsungan produksi mereka di negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Salah satu merek internasional yang bersuara adalah Nike.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa perusahaan asal AS tersebut sudah melakukan pendekatan langsung kepada pemerintah Indonesia untuk memastikan kelancaran produksi dan ekspor dari dalam negeri.

Baca Juga: Sepatu Bata: Dari Cekoslowakia ke Kalibata, Berakhir di Purwakarta

“Bahkan, perusahaan seperti Nike sudah menghubungi langsung pemerintah Indonesia untuk memastikan kelangsungan produksi dan ekspor mereka dari Indonesia," ucap Airlangga dalam “Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia” di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia kini memegang peranan penting dalam rantai pasok global, terutama untuk industri tekstil dan alas kaki yang selama ini menyumbang ekspor signifikan ke AS.

Pernyataan ini juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan dominasi AS sebagai negara importir produk alas kaki dari Indonesia, khususnya untuk produk sepatu olahraga.


Meski demikian, ancaman perang dagang akibat tarif baru AS membuat sektor ini berada di persimpangan. Pasalnya, beberapa produk ekspor Indonesia ke AS, seperti sepatu dan pakaian, mulai dikenakan tarif tambahan, meski tak sebesar negara-negara pesaing.

“Untuk produk sepatu, tarif AS naik sekitar US$6 per pasang dengan harga jual di sana US$70-US$80. Sementara harga beli dari Indonesia rata-rata hanya US$15–US$20, artinya dampaknya tidak sebesar 30 persen. Hal serupa juga terjadi pada pakaian,” jelas Airlangga.

Indonesia dinilai masih punya keunggulan tarif dibanding pesaing regional seperti Kamboja dan Bangladesh.

“Jika dibandingkan dengan negara pesaing seperti China, Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh, tarif produk alas kaki Indonesia justru lebih rendah,” klaim Menko.

Baca Juga: Hadapi Perang Dagang, Indonesia Buka Opsi Pasar Ekspor Baru

Kondisi ini membuka celah besar bagi Indonesia untuk merebut pangsa pasar dari negara-negara pesaing, asalkan bisa menjaga efisiensi dan kapasitas produksi tetap stabil.

“Ini bisa menjadi momentum untuk merebut pasar ekspor, asalkan efisiensi dan kapasitas produksi ditingkatkan,” tegasnya.

Selain faktor tarif, pemerintah juga tengah menggenjot upaya diplomatik agar produk Indonesia bisa tetap kompetitif di pasar AS, khususnya melalui negosiasi langsung dan pembukaan akses pasar baru.

Peran perusahaan seperti Nike yang memiliki posisi strategis juga menjadi modal penting dalam memperkuat posisi tawar Indonesia.

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif! Industri Tekstil Terancam, Pemerintah Harus Cermat Bertindak

Namun di sisi lain, pandangan yang lebih kritis disampaikan oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Lembaga ini menyoroti bahwa tekanan persaingan tetap tinggi, khususnya pada industri alas kaki, tekstil, dan garmen yang sangat bergantung pada pasar AS.

“Kenaikan harga akibat tarif membuat produk Indonesia semakin sulit bersaing dengan pemasok lain seperti Vietnam dan Bangladesh,” tulis CORE Indonesia dalam publikasinya yang dikutip Fakta.com pada Rabu (9/4/2025).

Menurut CORE, industri alas kaki yang sangat bergantung pada pasar AS berisiko mengalami penurunan permintaan akibat lonjakan harga.

Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi produsen Indonesia untuk tetap mempertahankan pangsa pasarnya di tengah kompetisi yang makin ketat.

Bagikan:
kebijakan tarif Trumpsepatu nikepabrik tekstilindustri alas kaki
ADS

Trending

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Tarif Trump, Nike Curhat ke Pe...