AS Kenakan Tarif Impor Tinggi, Prabowo Dorong Pengusaha Lirik Pasar Afrika

Presiden Prabowo Subianto menyarankan pasar Afrika saat AS berlakukan tarif bea baru. (Tangkapan layar kan YouTube Sekretariat Presiden)
FAKTA.COM, Jakarta - Merespons kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif impor perdagangan, Presiden RI Prabowo Subianto menyarankan penguasaha Indonesia untuk mencari pasar lain, termasuk Afrika.
Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025), yang ditayangkan di YouTube TVRI, keesokan harinya.
Prabowo menilai Afrika sebagai new emerging market di dunia dan pasar baru yang menjanjikan. Ia mencontohkan keberanian Salim Group yang berinvestasi di Afrika hingga membuat Indomie menjadi makanan sehari-hari di sana.
"Dia di mana-mana di Afrika itu. Mereka sekarang hobinya makan Indomie dan mereka kira Indomie itu makanan mereka itu. Ada di Nigeria, di Turki, di Mesir. Jadi kita we have to look for new market," ujar Prabowo.
"Kita harus berani," serunya.
Sebelumnya, Donald Trump menetapkan tarif baru impor barang dari sejumlah negara secara variatif. Dalihnya, demi keadilan atau resiprokal. Indonesia sendiri kebagian angka 32 persen.
Prabowo tidak menampik dampak berat yang akan dirasakan industri tanah air akibat kebijakan tarif Impor itu. Industri yang dimaksud adalah jenis industri padat karya seperti industri tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur.
"Ini berat karena ini [industri] padat karya. Tapi kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru. Kita ini terlalu terlalu manja juga," ujar Prabowo.
Indonesia, kata Prabowo, selama ini terlalu patuh terhadap doktrin dan sistem perekonomian AS, yaitu pasar bebas atau globalisasi.
"Iya kan? There are no borders. Mereka (Amerika Serikat, Red) ajarkan kita [ekonomi pasar bebas]. Kita murid yang setia. We follow what they teach us. All the time. The 60s, the 70s, the 80s, the 90s, 98, 99, kita ikut. Paling setia, paling loyal," kata Prabowo.
Terlepas dari itu, Presiden mengaku akan melakukan upaya negosiasi dengan pemerintah AS untuk meminta penurunan harga tarif. Ia telah mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk melakukannya.
"Dan kita terus hubungan negosiasi. Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Kita sudah punya kontak dengan tokoh-tokoh di Washington. Kita akan diskusi. Iya, kita akan negosiasi," tuturnya.
Prabowo pun berkooordinasi dengan negara lain terkait kebijakan tarif Trump ini, terutama dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Ia pun akan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.













