Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Komoditas Telur Berpeluang jad...

Komoditas Telur Berpeluang jadi Alat Negosiasi ke AS

Ilustrasi - Warga membeli telur ayam di pasar. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp/aa)

Ilustrasi - Warga membeli telur ayam di pasar. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp/aa)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut komoditas telur memiliki peluang menjadi alat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait dengan penerapan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap Indonesia.

Indonesia berpotensi besar memasok telur ayam konsumsi ke negara-negara yang sedang mengalami gangguan produksi akibat wabah HPAI termasuk Amerika Serikat (AS), yang diberitakan mengalami defisit tinggi hingga mengerek harga telur mencapai US$4,11 atau setara Rp68 ribu.

Komoditas telur di tanah air mengalami surplus secara nasional hingga 288,7 ribu ton atau setara 5 miliar butir per bulan.

Baca Juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pemerintah Ekspor Telur Ayam

"Alhamdulillah orang kurang telur, kita telurnya lebih. Di mana-mana beras kurang, kita stok beras kita sekarang mungkin, kemarin saya cek, Bulog sudah dicek, yang baru tambah 800 ribu ton. Berarti ditambah 2 juta ton, stok beras kita 2,8 juta ton," ujar Zulhas.

Zulhas menyampaikan bahwa Pemerintah berupaya mengantisipasi tarif yang akan diberlakukan oleh AS. Menurutnya, dalam perdagangan dunia naik turunnya penerapan tarif timbal-balik pasti akan terjadi.

Selain itu, beras Indonesia juga bisa menjadi salah satu komoditas yang berpotensi untuk ekspor ke depannya.

Baca Juga: Dampak Penurunan Ekspor dan Pelemahan Nilai Tukar Imbas Trump 2.0

Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia hingga April 2025 akan mencapai 13,9 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional rata-rata 2,6 juta ton per bulan, yang berarti Indonesia surplus beras sebesar 3,5 juta ton.

"Bapak Presiden sudah jauh hari mengantisipasi bahwa perdagangan itu akan terjadi hal-hal seperti ini [tarif resiprokal], sudah jauh hari kan. Oleh karena itu, Presiden selalu menekankan, kita harus berdaulat terutama di bidang pangan, kita tidak boleh tergantung," katanya lagi.

Sebelumnya, Zulhas mengatakan Pemerintah Indonesia segera melakukan diplomasi dengan AS untuk mengantisipasi tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Tarif Impor AS Naik Gila-Gilaan, RI Gandeng ASEAN Lawan Balik

"Soal tarif, saya sudah koordinasi juga sama Pak Menko Ekonomi, Pak Airlangga. Tentu kita harus melakukan segera, secepatnya untuk melakukan diplomasi," ujar Zulhas.

Zulhas menyampaikan Indonesia-AS merupakan dua negara yang saling membutuhkan. Menurutnya, AS merupakan negara pemasok kedelai nomor satu di Indonesia.

Ia menekankan tidak ada perang dagang atau tarif balasan untuk AS. Zulhas menyebut hal tersebut masih bisa dinegosiasikan.

"Kita kane nggak soal balas membalas, kita enggak gitu. Kita melakukan perbicaraan diplomasi. Karena kita lihat, kita ini saling membutuhkan, ya. Saya kira diplomasinya Pak Menko akan menyelesaikan semuanya," ujar Zulhas. (ANT)

Bagikan:
kebijakan tarif Trumpekspor telurKemenko PanganZulkifli Hasan
Loading...
ADS

Trending

Update News