Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Ada Tarif Trump, BI Terapkan T...

Ada Tarif Trump, BI Terapkan Triple Intervention Jaga Rupiah

Ilustrasi

Ilustrasi

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) bertekad untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah usai pengumuman kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) terbaru di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Upaya tersebut dilakukan terutama melalui optimalisasi instrumen tiga intervensi dalam rangka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.

Baca Juga: Tarif Impor 32% Trump, Akademisi: Pejabat Harus Tukar Dolarnya ke Rupiah

Tiga intervensi tersebut antara lain intervensi di pasar valuta asing (valas) pada transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“BI terus memonitor perkembangan pasar keuangan global dan juga domestik pasca pengumuman kebijakan tarif Trump yang baru pada 2 April 2025,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/4/2025).

Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif impor baru, termasuk pada produk dari Indonesia. Kebijakan ini menuai kritik karena dinilai bisa memicu inflasi tinggi di AS. Ekonom Mariana Mazzucato menyebut tarif ini dapat menambah beban rumah tangga hingga $1.500 per tahun. Menlu… pic.twitter.com/JlooXdSnKx

— Faktacom (@Faktacom_) April 5, 2025

Pasca pengumuman tersebut dan kemudian disusul oleh pengumuman retaliasi tarif oleh Tiongkok pada 4 April 2025, Ramdan menyebutkan bahwa pasar bergerak dinamis.

Pergerakan pasar yang dinamis ini ditunjukkan di mana pasar saham global mengalami pelemahan dan yield US Treasury mengalami penurunan hingga jatuh ke level terendah sejak Oktober 2024.

Baca Juga: The Fed: Tarif Dagang Trump Berpotensi Picu Inflasi Tinggi di AS

Di tengah pengumuman tarif AS, kegiatan operasi moneter oleh Bank Indonesia pada pekan ini ditiadakan mengingat masih dalam periode hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2025 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi. Kegiatan operasional Bank Indonesia akan kembali ke jadwal normal seluruhnya pada 8 April 2025. (ANT)

Bagikan:
kebijakan tarif Trumpkurs Rupiah terhadap Dolarnilai tukar rupiahdonald trumpbank indonesia
ADS

Update News

Trending