Harga Pangan Jabar Stabil, Tapi Rawit Merah dan Bawang Putih Masih Mahal

Pelaku usaha di Babel tambah pasokan bawang untuk menekan harga menjelang Idulfitri. (ANTARA/Aprionis)
FAKTA.COM, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebut ketersediaan stok pangan di Jawa Barat (Jabar) terpantau aman. Di samping itu, pihaknya juga menyebut harga berbagai komoditas relatif stabil, jelang Lebaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis (27/3/2025).
Diketahui, Bapanas melakukan pemantauan di sejumlah tempat di Jawa Barat, yakni Pasar Gede Bage, Gudang Beras Perum Bulog Jawa Barat, Ritel Modern Lotte Mart, Pasar Soreang, Ritel Modern Yogya Soreang, serta petani bawang merah di Cimenyan.
Beberapa komoditas yang dipantau antara lain, beras premium, beras medium, beras SPHP, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, cabai, bawang merah, dan bawang putih.
"Berdasarkan hasil pemantauan, kami memastikan bahwa pasokan pangan di Jawa Barat dalam kondisi aman dan harga stabil menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025," ujar Indra.
Pantauan data pangan Bapanas memang menunjukkan secara umum, kondisi harga di Jawa Barat relatif stabil dan terkendali. Bahkan, harga rata-rata sebagian besar komoditas pangan berada di bawah HET-nya.
Meskipun, ada sebagian komoditas, seperti beras medium dan daging sapi yang tercatat harga rata-ratanya di atas HET. Namun, disparitasnya masih terbilang aman.
Kendati begitu, disparitas harga yang cukup tinggi terjadi pada komoditas bawang putih dan cabai rawit merah. Berdasarkan data Bapanas, bawang putih bonggol di Jawa Barat per kilogramnya dibanderol sebesar Rp43.462. Angka ini lebih tinggi 8,66 persen dibandingkan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp38.000.
Cabai rawit merah lebih mengkhawatirkan lagi. Berdasarkan panel harga pangan Bapanas, satu kilogram rawit merah rata-rata dijual seharga Rp101.969 per kilogram di Jabar. Padahal, HAP nasional hanya sekitar Rp40.000-57.000 per kilogram.
Atas catatan ini, disparitas harga cabai rawit merah di Jabar mencapai 78,89 persen. Dalam catatan Bapanas, disparitas di level tersebut sudah masuk dalam kategori perlu intervensi.













