Cabai Rawit dan Bawang Putih Masih Mahal Jelang Lebaran

Cabai rawit merah dan komoditas pangan lainnya yang dijual pedagang di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (21/8/2024). (ANTARA/Harianto)
FAKTA.COM, Jakarta – Jelang Lebaran, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebut ketersediaan pangan terpantau aman. Meski begitu, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers KPPU yang diterima Fakta.com, Jumat (28/3/2025).
Kali ini, KPPU kembali melakukan survei pemantauan komoditas pangan di pasar jelang lebaran. Sebelumnya, ini merupakan lanjutan dari survei yang dilakukan KPPU sejak awal Ramadan lalu.
Dari survei tersebut, KPPU menemukan bahwa mayoritas komoditas mengalami kenaikan harga. Kendati begitu, ketersediaan pangan di lokus survei KPPU masih aman. Adapun survei ini dilakukan di sejumlah pasar modern dan tradisional di Kantor Wilayah KPPU (Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Yogyakarta).
“Dari sisi stok, tercatat mayoritas terpantau tersedia di pasar tradisional dan pasar modern di seluruh wilayah Indonesia, sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi tanpa adanya indikasi kelangkaan,” ujar Anggota KPPU, Eugenia Mardanugraha.
Dari sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, KPPU menyoroti dua paling signifikan, yaitu cabai rawit dan bawang. Cabai rawit mengalami kenaikan harga di seluruh wilayah survei.
Pasar tradisional di Bandung menjadi wilayah dengan harga cabai rawit tertinggi, yakni Rp115.000 per kilogram. Sementara itu, di pasar tradisional ada Samarinda dengan harga jual Rp167.450 per kilogram.
Dari temuan itu, KPPU mencatat bahwa harga cabai rawit di Bandung mengalami kenaikan harga hingga 53 persen sejak survei pertama yang dilakukan KPPU pada awal Ramadan.
Begitu juga dengan bawang putih. KPPU menemukan di seluruh pasar tradisional, harga bawang telah menembus HAP (Harga Acuan Penjualan). Makassar menjadi wilayah dengan harga bawang putih tertinggi di pasar tradisional, yakni Rp47.500 per kilogram. Sementara itu, di pasar modern harga tertinggi dicatat di Samarinda, yakni Rp63.750 per kilogram.
“Kenaikan harga bawang putih diperkirakan terjadi akibat kenaikan harga dari tingkat importir dan distributor,” kata Eugenia
Meski begitu, KPPU memandang bahwa kenaikan ini masih terbilang wajar karena peningkatan permintaan di masa lebaran. Pihaknya juga tidak menemukan indikasi persaingan usaha yang tidak sehat.
“Dengan adanya kolaborasi antarpihak, diharapkan masyarakat mendapat jaminan ketersediaan pasokan komoditas di pasar dengan harga yang masih wajar. Sehingga masyarakat tetap dapat merayakan Idulfitri secara hikmat dan menyenangkan,” pungkas Eugenia.













