Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Uang Kina Marak, Pemprov Papua...

Uang Kina Marak, Pemprov Papua Minta BI Dorong Penggunaan Rupiah di Perbatasan PNG

Ilustrasi – Mata uang Rupiah. (Dok. Bank Indonesia)

Ilustrasi – Mata uang Rupiah. (Dok. Bank Indonesia)

Google News Image

FAKTA.COM, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua berharap Bank Indonesia (BI) terus memperkuat penggunaan mata uang Rupiah di daerah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menggunakan uang Rupiah.

“Daerah perbatasan memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus di mana di sana terdapat pasar perbatasan,” kata Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong di Jayapura, Rabu (5/3/2025).

Menurut Ramses, pihaknya masih melihat ada penggunaan mata uang Papua Nugini, Kina di sana meski tidak secara terang-terangan. Di mana hal ini harus menjadi perhatian Bank Indonesia.

Baca Juga: Trump Tabuh Genderang Perang, Pengamat: Rupiah Bisa Capai Level 17.000

“Oleh sebab itu saya minta agar edukasi dan sosialisasi agar lebih gencar lagi dilakukan agar para pedagang dapat lebih paham pentingnya penggunaan uang Rupiah,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya juga meminta Bank Indonesia beserta Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar melakukan inovasi dengan menghadirkan terobosan yang dapat mempermudah proses penukaran Kina ke Rupiah.

“Inovasi ini harus ada dilakukan dengan begitu penggunaan Rupiah bisa lebih maksimal lagi karena merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," sebut Ramses.

Baca Juga: Tokoh Terafiliasi Politik Pimpin Danantara, Rupiah bisa Anjlok dan Saham Himbara Jeblok

Data per Rabu (5/3/2025), nilai tukar 1 Kina (PGK) setara dengan Rp4.019.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan pihaknya secara rutin melakukan edukasi kepada pedagang di Pasar Skow agar melakukan pembayaran dengan mata uang Rupiah.

“Karena Rupiah simbol kedaulatan negara sehingga kami juga mendorong perbankan untuk membuka kembali pelayanan money changer di daerah perbatasan,” imbuh dia.

Menurut Faturachman, dengan begitu layanan penukaran valas bertambah dan mempermudah masyarakat.

“Berdasarkan data terdapat empat Kegiatan Usaha Pertukaran Valuta Asing (KUPVA) di daerah perbatasan namun kami berharap agar perbankan bisa membuka kembali sembari kami juga melakukan pelayanan kas keliling di daerah perbatasan,” ujarnya. (ANT)

Bagikan:
Rupiahuang Kina Papua Nuginibank indonesiavaluta asing
ADS

Update News

Trending