Stagnasi Pertumbuhan Ekonomi Era Jokowi

Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja sebagai Presiden RI di Pasar Bukit Sulat, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, Kamis (30/5/2024). (BPMI Setpres: Muchlis Jr)
FAKTA.COM, Jakarta - Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan III 2024 masih di atas 5 persen. Ini adalah triwulan terakhir Joko Widodo menjabat sebagai Presiden sebelum digantikan Prabowo Subianto.
Atas catatan tersebut, bagaimana tren pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 10 tahun era Joko Widodo?
Josua memperkirakan Indonesia akan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,02 persen year-on-year (yoy) pada kuartal III, meskipun pemerintah belum mengumumkan secara resmi. Angka yang diucapkan Josua sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II, yakni 5,05 persen.
“Pendorong perekonomian pada kuartal III 2024 masih konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,03 persen yoy,” kata Josua kepada Fakta.com, Minggu (3/11/2024).
Menurut Josua, laju konsumsi rumah tangga meningkat atas beberapa indikasi, yakni penjualan ritel yang sampai dengan akhir Triwulan III tahun ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,7 persen yoy. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu 1,48 persen.
“Konsumsi yang solid tersebut ditopang oleh tren penurunan inflasi sisi penawaran terutama inflasi harga bergejolak dan harga diatur pemerintah sementara inflasi inti cenderung menunjukkan tren peningkatan hingga akhir 3Q24 tercatat 2,09 persen yoy,” jelas Josua.
Sementara itu, pendorong lain dari sisi pengeluaran ada pada komponen PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) yang diperkirakan akan tumbuh 4,23 persen yoy pada triwulan III ini, meskipun laju pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 5,77 persen.
Di lain sisi, penjualan alat berat dan kontraksi diperkirakan akan mengalami kontraksi, yakni masing-masing -11,6 persen yoy dan -7,3 persen yoy.
Dengan proyeksi tersebut, maka sampai dengan triwulan III 2024, rata-rata pertumbuhan ekonomi selama era Joko Widodo adalah 4,23 persen, tetapi angka tersebut sudah termasuk pertumbuhan yang terkontraksi selama masa pandemi Covid-19.
Apabila pertumbuhan ekonomi selama masa pademi Covid-19 (2020 - 2021) tidak dihitung, rata-rata pertumbuhan ekonomi selama era Joko Widodo adalah 5,01 persen.
Dari tren tersebut, dapat dilihat bahwa selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi, laju pertumbuhan ekonomi RI stagnan di kisaran 5 persen saja. Adapun data lengkapnya dapat dilihat di bawah ini.













