Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Wow, Aset dan Kapitalisasi Jas...

Wow, Aset dan Kapitalisasi Jasa Keuangan Capai Rp34.000 Triliun, Tapi...

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar dalam peluncuran Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Kamis (22/8/2024). (Tangkapan layar Youtube OJK)

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar dalam peluncuran Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Kamis (22/8/2024). (Tangkapan layar Youtube OJK)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Aset dan kapitalisasi industri jasa keuangan, semakin besar. Nilainya mencapai Rp34.000 triliun.

Fakta itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar dalam peluncuran Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Kamis (22/8/2024).

"Ini menunjukkan kontribusi signifikan bagi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Mahendra.

Ajak KPK dan MA, OJK Siap Gasak Jasa Keuangan yang Main Curang

Namun Mahendra mengakui, sekalipun memang terlihat sangat besar secara nominal, namun jika rasionya terhadap produk domestik bruto (PDB) dibandingkan dengan negara ASEAN lain, maka masih terlihat kecil.

"Artinya, ruang untuk peningkatan nilai tambah dan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian nasional masih sangat besar," tutur Mahendra.

Mahendra pun menegaskan, penguatan dan pengembangan akan meningkatkan efisiensi sektor jasa keuangan yang pada gilirannya akan menurunkan cost of fund yang diberikan kepada masyarakat.

Ada Saja Entitas Keuangan Ilegal yang Bikin Kesal

Untuk itu, lanjut Mahendra, penguatan dan pengembangan industri jasa keuangan menjadi prioritas mendesak.

Sementara itu, ruang untuk pengembangan sektor jasa keuangan masih sangat terbuka sangat luas. Terutama mengingat tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 75% dan literasi keuangan sebesar 65,43% yang adalah berdasarkan hasil survei literasi dan inklusi keuangan 2024 oleh OJK dan BPS.

Bagikan:
fakta.comindustri jasa keuanganojkotoritas jasa keuangan
ADS

Trending

Update News