Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Rupiah Terus Menguat, Bos BI K...

Rupiah Terus Menguat, Bos BI Klaim Keberhasilan SRBI Tarik Dana Asing

Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Dokumen Bank Indonesia)

Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Dokumen Bank Indonesia)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Rupiah kembali catatkan penguatan. Apakah sektor keuangan global sudah lepas dari guncangan?

Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan tren penguatan rupiah.

Selama bulan Agustus saja, rupiah telah mencatatkan penguatan sebesar 5,34%. Atas catatan tersebut, per 20 Agustus 2024, nilai tukar rupiah berada di angka Rp15.490 per US$.

"Penguatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi mata uang regional, seperti Baht Thailand, Yen Jepang, dan Peso Filipina," kata Perry, Rabu (21/8/2024).

Rupiah Perkasa, Bye-bye 16.000

Perry bilang penguatan tersebut sejalan dengan imbal hasil SRBI yang menarik untuk menarik modal asing masuk.

Sekadar informasi, sepanjang Agustus inflow untuk SRBI mencapai angka Rp10,8 triliun. Sementara itu, secara keseluruhah sampai hari ini inflow hampir mencapai US$2,7 miliar.

Meski rupiah semakin menguat, Perry mengatakan akan terus menjaga daya tarik SRBI, setidaknya menyesuaikan dengan perkembangan US Treasury jangka 2 tahun.

Cadev Kembali Meningkat, Nilai Tukar Rupiah Belum Bisa Menguat

Seperti diketahui, yield US Treasury jangka waktu 2 tahun sedang dalam tren penurunannya.

Perry juga bilang, seiring penurunan suku bunga The Fed, yield US treasury akan ikut menurun pula.

"Yield US treasury 2 tahun akan turun ke sekitar 3,5% di kuartal I," kata Perry

Menurut Perry, hal tersebut perlu dilakukan karena fokus BI sampai saat ini adalah menjaga nilai tukar dengan menarik masuk modal asing. Karena itu, yield SRBI akan tetap kompetitif.

Bagikan:
stabilitas nilai tukarnilai tukar rupiahperry warjiyobank indonesia
ADS

Trending

Update News