Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Meski Terealisasi Rp15,35 Tril...

Meski Terealisasi Rp15,35 Triliun, Investasi Pariwisata Masih Kurang Banyak

Menparekraf, Sandiaga Uno. (Dokumen Kemenparekraf)

Menparekraf, Sandiaga Uno. (Dokumen Kemenparekraf)

Google News Image

FAKA.COM, Jakarta - Sektor pariwisata masih kekurangan investasi. Padahal, dari target Rp48,91 triliun tahun ini, sekitar 31,4% atau Rp15,35 triliun sudah tercapai di kuartal I-2024.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Menurut Sandiaga, Indonesia membutuhkan lebih banyak investasi di sektor pariwisata.

"Termasuk pengembangan produk pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis masyarakat yang inklusif," kata dia.

Wacana Iuran Pariwisata via Tiket Pesawat, DPR: Setop Membebani Masyarakat

Dalam Forum Internasional Investasi Pariwisata 2024 di Jakarta, Rabu (5/6/2024), Sandiaga menyampaikan bahwa pada 2023 Indonesia mencatat realisasi investasi di sektor pariwisata sebesar US$3.604 juta atau sekitar Rp58,64 triliun.

Namun, 80% dari investasi tersebut hanya terkonsentrasi pada hotel berbintang, restoran dan kafe, serta pusat kebugaran.

Sandiaga mengatakan Indonesia membutuhkan invesyasi lebih dari 15 hingga 20 miliar dolar AS untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.

Gaduh Pajak Hiburan, Kementerian Pariwisata Ambil Peran Ini

Menparekraf optimistis bahwa Forum Internasional Investasi Pariwisata (ITIF) 2024 dapat menarik lebih banyak investor dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia, tidak hanya untuk hotel, restoran, dan kafe, tetapi juga untuk infrastruktur pendukung pariwisata.

Apalagi Indonesia telah diakui sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2023 dan 2024. Ini dilengkapi dengan peningkatan signifikan posisi Indonesia dalam Indeks Pengembangan Pariwisata 2024, dari peringkat ke-32 ke peringkat ke-22.

"Kami percaya bahwa kita bisa menciptakan tiga kali lebih banyak investasi di sektor-sektor ini," ujar Sandiaga. (Antara)

Bagikan:
sandiaga s unoinvestasipariwisata
ADS

Trending

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In