Buku Ini Jadi Buku Paling Mematikan di Dunia

Buku-buku lawas yang tersusun di rak. (Dokumen Pixabay)
FAKTA.COM, Jakarta – Ini buku bukan sembarang buku. Benda yang satu ini disebut sebagai buku paling mematikan di dunia karena mengandung arsenik.
Dikutip dari laman Oddity Central, Jumat (29/12/2023), ini bermula dari seorang konservator dari Museum Winterthur Delaware, AS, Melissa Tedone, menemukan sebuah buku sampul hijau zamrud beberapa tahun yang lalu. Buku tersebut keluaran tahun 1857.
Dia mendapati sampul belakang buku terkelupas. Merasa tidak biasa, Tedone meneliti serpihan warna sampul. Dia mendapati bahwa pigmen tersebut mengandung arsenik--zat kimia yang berbahaya untuk tubuh.
Jika digores, warna sampul akan retak dan pecahannya terbang ke udara. Bisa saja kandungan berbahaya itu terhirup manusia.
Tedone membuat proyek yang bernama Poison Book Project. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terhadap buku yang diwarnai dengan hijau zamrud. Misalnya, ada saran tentang penggunaan sarung tangan nitrile ketika memegang buku yang telah dicat dengan pigmen beracun. Kemudian, buku tersebut disimpan di kantong khusus.

Buku yang diterbitkan pada 1857. (Dokumen Winterthur Museum)
“Kami tidak mengetahui kasus seseorang yang sakit parah karena memegang buku seperti ini,” kata Tedone kepada CBC Kanada.
Melalui proyek itu, dia berharap bisa mencegah risiko buruk buku beracun.
“Kami hanya ingin membuat orang-orang sadar terhadap potensi bahaya sehingga bisa menghindari tragedi apa pun,” kata Tedone.
Kok Arsenik Dipakai Jadi Pewarna?
Sekadar informasi, sebelum revolusi industri, buku menggunakan sampul kulit. Karena pembuatan sampul kulit memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang banyak, akhirnya mereka beralih ke sampul kain.
Selain murah dan mudah dibuat, orang-orang menggunakan pewarna buatan untuk mempercantik tampilan buku. Arsenik digunakan untuk membuat warna hijau zamrud. Warnanya yang cantik menjadikan sampul buku hijau zamrud menjadi populer pada abad ke-19. Permintaan pigmen hijau ini pun makin banyak.
Karena muncul kasus keracunan arsenik, akhirnya pigmen tersebut ditarik dari pasar. Buku-buku yang menggunakan pigmen hijau zamrud, disimpan di perpustakaan dan koleksi pribadi hingga saat ini.
Dirangkum dari berbagai sumber, arsenik tidak bisa dideteksi karena tidak berbau, berwarna, dan berasa ketika tertelan. Zat kimia itu membahayakan tubuh karena bisa mengiritasi lambung dan usus, mengubah warna kulit, hingga melukai paru-paru. Bahkan, arsenik bisa menyebabkan kematian.













