Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. data
  3. Ekonomi Dunia <i>Rugi Bandar</...

Ekonomi Dunia Rugi Bandar Gara-gara Perubahan Iklim

Ilustrasi. (Bhimo Bhirawa/Fakta.com)

Ilustrasi. (Bhimo Bhirawa/Fakta.com)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Perubahan iklim berdampak buruk bagi ekonomi dunia. Malah, bencana akibat cuaca dan iklim ekstrem serta krisis air, meningkatkan kerugian dunia hingga 383%.

Menurut laporan World Meteorological Organization, dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (18/10/2023), perubahan iklim berdampak buruk kepada ekonomi dunia. Dalam empat dekade, kerugian ekonomi dunia meningkat hingga 383% dari US$305,5 miliar pada 1980-1989 ke US$1.476,2 pada 2010-2019.


WMO pun juga mencatat bahwa bencana ini juga mengganggu pertumbuhan ekonomi negara, terutama negara berkembang dan kepulauan. Misalnya, 60% persen bencana terjadi akibat perubahan iklim hanya berpengaruh 0,1% ke produk domestik bruto (PDB) negara maju.

Musim Kemarau Kering Akibatkan Air Tanah Menipis

Sebaliknya, 7% bencana akibat perubahan iklim, berpengaruh 20% terhadap pertumbuhan ekonomi negara berkembang.


Kepala Badan Meteolorogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan perubahan iklim bisa merugikan hingga 100% bagi beberapa negara.

El Nino, Kerawanan Pangan dan Jaminan Pemerintah Bagi Kelompok Rentan

“Situasi ini akan semakin memperparah kesenjangan ekonomi yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan dan ketangguhan masyarakat dalam beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim,” kata Dwikorita di Jakarta.

Bagikan:
lingkunganbmkgperubahan iklim
ADS

Update News

Trending