Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
  1. Home
  2. data
  3. Sebulan Berdiri, Danantara Dih...

Sebulan Berdiri, Danantara Diharapkan jadi Katalis Baru Ekonomi Syariah

Ilustrasi - Ekonomi Syariah. (Shutterstock)

Ilustrasi - Ekonomi Syariah. (Shutterstock)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai lembaga pengelola investasi pada Senin, 24 Februari 2025 lalu.

Dalam perkembangannya, Danantara diproyeksikan menjadi salah satu Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia dengan total aset yang dikelola mencapai Rp14.000 triliun atau sekitar US$900 miliar.

Peneliti Peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Handi Risza, menilai Danantara memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam sektor keuangan syariah dan industri halal.

Baca Juga: Janji Kelola Investasi, Danantara Wajib Publikasikan Laporan Keuangan

“Potensi industri halal dan keuangan syariah sangat besar, baik di tingkat nasional maupun global. Danantara bisa berperan sebagai motor penggerak investasi di sektor ini,” ujar Handi dalam diskusi daring bertajuk "Overview Ekonomi Ramadan" di Jakarta pada Jumat (21/3/2025).

Saat ini, total aset keuangan syariah global mencapai US$4,5 triliun, dengan sektor seperti perbankan syariah, sukuk, dan asuransi Islam menunjukkan pertumbuhan pesat.

Di Indonesia sendiri, aset keuangan syariah telah mencapai Rp2.742 triliun pada Agustus 2024. Menurut Handi, Danantara dapat memanfaatkan potensi ini melalui penerbitan sukuk atau investasi di proyek berbasis syariah.

Data menunjukkan bahwa kontribusi Sukuk terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dalam lima tahun kebelakang cenderung menunjukkan tren yang meningkat. Hingga Agustus 2024 persentasenya hampir seperempat dari total SBN yakni sebesar 20,92 persen.


Selain itu, industri halal, termasuk makanan, fashion, farmasi, dan kosmetik, menunjukkan tren positif dengan nilai pasar global yang diproyeksikan mencapai US$2,29 triliun pada 2027.

Dengan dukungan investasi Danantara, sektor ini dapat berkembang lebih pesat dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekonomi Islam global.

Sejumlah negara Muslim telah lebih dahulu mengembangkan SWF berbasis syariah, seperti Abu Dhabi Investment Authority dan Kuwait Investment Authority.

Baca Juga: Realisasi Zakat Malaysia Capai Rp2,42 Triliun, Enam Kali Lipat RI

Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam investasi syariah dan industri halal.

Jika dilihat dari data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), prospek keuangan syariah di Tanah Air terus menunjukkan tren positif hingga 2024.

Hal ini tercermin dari peningkatan intermediasi perbankan syariah dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,9 persen hingga mencapai Rp643 triliun.


Namun lebih lanjut, Handi menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional dan transparan agar Danantara dapat benar-benar menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Danantara harus dikelola secara profesional, jauh dari kepentingan politik jangka pendek, agar bisa menarik kepercayaan investor global dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.

Bagikan:
ekonomi syariahDanantaraperbankan syariahsurat berharga negara
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Trending