Gandeng Kadin, Kementan Teken MoU Kejar Swasembada Pangan

Ilustrasi - Makanan pokok. (Fakta.com/Putut Pramudiko)
FAKTA.COM, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap berkolaborasi untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah. Tidak terkecuali dalam mencapai swasembada pangan.
Langkah tersebut diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang diwakili oleh Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
“Kami sangat bersemangat karena mustahil mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen tanpa kontribusi besar dari sektor pertanian. Kadin siap mendukung penuh upaya pemerintah,” ujar Anindya di Jakarta, Senin (10/3/2025).
Bahkan, Kadin siap menggerakan perpanjangan tangannya di 38 provinsi seluruh Indonesia untuk bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan.
Dalam kesempatan itu, Anindya menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada makroekonomi saja, tetapi juga langsung menyentuh para pengusaha. Adapun salah satu fokus utama Kadin adalah mendukung ekosistem pertanian.
“Sebagaimana tertuang dalam MoU ini, kami ingin memperkuat teknologi, meningkatkan kapasitas SDM, dan membuka akses pasar internasional bagi produk pertanian Indonesia,” jelas Anindya.
Sementara itu, Mentan Amran juga menyambut baik kerja sama tersebut. Sebab, menurut Amran sektor pertanian sangat membutuhkan peran dunia usaha, terutama sebagai penggerak ekonomi bangsa.
Amran pun menegaskan, dengan adanya MoU ini, maka sejumlah program prioritas akan segera diakselerasi, yakni cetak sawah, optimalisasi sawah, hilirisasi produk pertanian, investasi di sektor pertanian, hingga pengembangan berbagai komoditas pertanian.
“Mimpi kita bukan bergerak secara linier tetapi eksponensial. Kami kolaborasi semua sektor mulai hari ini karena sudah tanda tangan MoU,” ujar Amran.
Amran juga bilang, berdasarkan perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sektor pertanian memiliki efek pengganda hingga 33 kali lipat. Artinya, pertanian mampu menjadi motor penggerak untuk sektor lain. Walhasil, kerja sama dengan dunia usaha penting untuk dilakukan.
Data pun menunjukkan, pertanian merupakan sektor yang paling besar menyerap tenaga kerja.
Di samping itu, share-nya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) konsisten mencapai dua digit. Hal ini tentu membuktikan bahwa pertanian merupakan sektor yang penting dalam menggerakan perekonomian.
Sekadar informasi tambahan, berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 - 2029. Pemerintah memproyeksikan sektor pertanian dapat tumbuh hingga 3,46 persen di akhir kepemimpinan periode pertama Prabowo Subianto.
Hal ini pun penuh tantangan, sebab dalam tiga tahun terakhir, sektor pertanian hanya tumbuh rata-rata 1,41 persen. Lantas, dengan kerja sama bersama dunia usaha, apakah pemerintah mampu mengakselerasi laju pertumbuhan sektor pertanian?













