Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. data
  3. Inflasi Beras Februari 2025: K...

Inflasi Beras Februari 2025: Kenaikan Harga di Grosir dan Eceran

Data Beras. (Fakta.com/Putut Pramudiko)

Data Beras. (Fakta.com/Putut Pramudiko)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Tren harga beras di Indonesia menunjukkan perkembangan yang berbeda pada setiap tingkatan. Di tingkat penggilingan, harga beras pada Februari 2025 mengalami penurunan, mencerminkan stabilitas produksi dan pasokan yang lebih baik. Namun, di tingkat grosir dan eceran, justru terjadi inflasi meski masih dalam angka yang terkendali.

“Di tingkat grosir terjadi inflasi sebesar 0,32 persen secara bulanan dan deflasi 4,58 persen secara tahunan. Sedangkan di tingkat eceran, inflasi tercatat sebesar 0,26 persen secara bulanan dan deflasi 2,63 persen secara tahunan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Jakarta pada (3/3/2025).

Sebagai catatan, Amalia juga menjelaskan bahwa harga beras yang dipantau ini merupakan rata-rata harga berbagai jenis kualitas beras di seluruh wilayah Indonesia.

Data perkembangan harga beras. (Dok. BPS)

Data perkembangan harga beras. (Dok. BPS)

Selain terkait inflasi, dalam catatannya, BPS juga merilis data terbaru yang menunjukkan adanya potensi produksi beras mengalami peningkatan signifikan.

Hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan potensi luas panen sepanjang Februari hingga April 2025 juga mengalami peningkatan sebesar 26,42 persen, mencapai total 4,14 juta hektar.

Dengan demikian, luas panen padi sepanjang Januari hingga April 2025, yang disebut sebagai subround 1, diperkirakan mencapai 4,56 juta hektar, meningkat 27,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan catatan ini, Amalia menyebut bahwa potensi luas panen Januari-April 2025 diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sejak 2019.

Peningkatan luas panen ini berdampak pada produksi padi yang juga meningkat signifikan.

Potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2025 diperkirakan mencapai 22,06 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 24,63 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2025 diperkirakan mencapai 12,1 juta ton, meningkat 24,60 persen dari tahun sebelumnya.

“Dengan demikian, total produksi beras sepanjang Januari hingga April 2025 diperkirakan mencapai 13,95 juta ton, naik 25,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” imbuh Amalia.


Berdasarkan catatan yang ada, Amalia menyebut bahwa kondisi cuaca yang mendukung menjadi faktor utama dalam peningkatan luas panen dan produksi padi.

Analisis dan prediksi curah hujan dari BMKG menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga April 2025, curah hujan di Indonesia berada pada kategori menengah hingga tinggi, yang mendukung kegiatan budidaya tanaman padi.

Bagikan:
berasharga berasbadan pusat statistikbps
Loading...
ADS

Trending

Update News