Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
ads
ads

Rombak Jajaran Petinggi, Mampukah Garuda Terbang dari Status Merugi?

Ilustrasi Garuda Indonesia

Ilustrasi Garuda Indonesia

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Garuda Indonesia baru saja melakukan perombakan posisi kepemimpinan. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (15/11/2024), Wamildan Tsani Panjaitan resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) perusahaan penerbangan milik negara itu.

Wamildan ditunjuk menggantikan Irfan Setiaputra yang kurang lebih empat tahun memimpin Garuda Indonesia. Seperti diketahui, Irfan menduduki posisi Dirut sejak 2020. Ia menggantikan Ari Askhara yang dipecat setelah terlibat persoalan penyelundupan barang mewah.

Wamildan Tsani menemui Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (14/11/2024), sebelum ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia melalui RUPSLB, Jumat (15/11/2024). Instagram/wamildan.tsani

Wamildan Tsani menemui Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (14/11/2024), sebelum ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia melalui RUPSLB, Jumat (15/11/2024). Instagram/wamildan.tsani

Irfan menakhodai Garuda Indonesia di tengah masa sulit. Sebab dalam periode itu, industri penerbangan terpukul oleh pandemi Covid-19. Dilihat dari beberapa aspek kinerja keuangannya, belum ada indikasi yang memperlihatkan perbaikan signifikan usai babak belur menghadapi Covid-19.

Masih Konsisten Merugi

Selama dinakhodai Irfan, kinerja keuangan perusahaan ini sangat dinamis. Irfan memulai tiga bulan pertama kepemimpinannya dengan mencatatkan kerugian US$120,16 juta. Tahun pertamanya sangat sulit, kerugian yang dicatatkan terus meningkat hingga kuartal IV 2020 sebesar US$2443,04 juta.

Irfan Setiaputra menajdi Direktur Utama Garuda Indonesia selama 4 tahun, yakni sejak 2020 hingga November 2024. Foto: Instagram/setiaputrairfan  

Irfan Setiaputra menajdi Direktur Utama Garuda Indonesia selama 4 tahun, yakni sejak 2020 hingga November 2024. Foto: Instagram/setiaputrairfan  

Di tahun selanjutnya, meski sempat menipis, kerugian kembali meningkat signifika. Bahkan, kerugian mencapai titik tertinggi yakni di angka US$4159,34 juta pada kuartal IV 2021.

Kinerja laba/rugi Garuda Indonesia sempat membaik di tahun selanjutnya. Bahkan, Garuda menutup tahun 2022 dengan laba sebesar US$3737,91. Kendati begitu, kinerja laba/rugi perusahaan itu kembali dalam tren negatif.

Hingga kuartal III 2024, Garuda Indonesia mencatatkan kerugian yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$131,22 juta. Dengan kata lain, Irfan mengakhiri masa baktinya di Garuda Indonesia dengan catatan kerugian di angka tersebut.

Setelah dicopot, melalui rilis yang diterima Fakta.com, Jumat (15/11/2024), Irfan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak, termasuk rekan media yang mengkritik kinerja perusahaan tersebut selama dipimpinnya. Irfan bahkan bilang, semua kritikan dari pihak media membuatnya semakin mengintrospeksi diri.

“Dengan tulus saya berterima kasih atas dukungan rekan-rekan selama ini, untuk kerelaan menerima informasi dari saya, juga untuk pertanyaan-pertanyaan kritis yang kadang 'mengerikan', namun membuat saya makin mawas diri,” ujar Irfan.

Dengan dicopotnya Irfan, apakah jajaran kepemimpinan baru mampu membawa transformasi struktural di Garuda Indonesia?

Garuda Masih Banyak PR

Wamildan menyadari betul, memimpin Garuda Indonesia merupakan hal yang penuh tantangan. Sebab, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk membawa perusahaan ini mencatatkan kinerja yang lebih baik. Meski begitu, Wildan menunjukkan optimismenya untuk memimpin Garuda keluar dari masa paceklik.

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya berkesempatan untuk mengiringi dan memimpin jalannya transformasi Garuda Indonesia untuk bisa keluar dari turbulensi kinerja paling menantang sepanjang sejarah, dan semoga perjalanan transformasi kinerja Garuda Indonesia dapat terus berlangsung optimal,” kata Wamildan.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Wamildan Tsani Panjaitan (@wamildan.tsani)

Untuk mencapai transformasi tersebut, Wamildan mengatakan akan melakukan sejumlah hal. Di antaranya berkaitan dengan peninjauan kembali seluruh operasional dan keuangan perusahaan hingga upaya akselerasi kinerja serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Saya akan menjalankan amanah ini dengan melakukan financial and operational review secara menyeluruh, mengakselerasi kinerja perusahaan, serta melakukan ekspansi jaringan dan peningkatan kualitas layanan. Semua ini akan memperkuat reputasi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang makin sehat dan menjadi kebanggaan Indonesia.” ujar Wamildan.

Bicara soal kinerja keuangan, bukan konsisten merugi saja, Garuda Indonesia juga dihadapkan dengan persoalan ekuitas yang masih negatif.

Garuda Indonesia mengawali tahun 2020 dengan ekuitas yang masih positif, yakni US$500,81 juta per Kuartal I. Namun, beberapa kuartal selanjutnya, nilai ekuitas perusahaan mulai mencatatkan angka negatif. Di tahun itu, Garuda Indonesia menutup catatan ekuitas di angka US$ -1943,02 juta.

Di tahun selanjutnya, nilai ekuitas Garuda semakin tergerus. Di kuartal IV 2021, dicatatkan angka ekuitas sebesar US$ -6110,06 juta. Nilai ekuitas mencapai titik terendahnya di kuartal I 2022, yakni US$ -6334,96.

Namun, seiring mulai membaiknya kinerja laba perusahaan sejak kuartal II 2022, ada perbaikan pada nilai ekuitas. Angka negatifnya mulai menipis. Hingga kuartal IV 2022, dicatatkan ekuitas di angka US$ -1535,10 juta.

Kendati begitu, sejalan dengan kembali ruginya perusahaan di awal tahun 2023, nilai ekuitas juga memburuk. Hingga kuartal III 2023, angka ekuitas Garuda tercatat sebesar US$ -1610,65 juta.

Ada sedikit perbaikan di Kuartal IV 2023. Seiring laba tipis sebesar US $250,05 juta, ekuitas Garuda berada di angka US$ -1282,73 juta di periode itu.

Namun, nilai ekuitas kembali mengalami penurunan. Hingga kuartal III 2024, angkanya sebesar US $-1410,38

Tentu saja, ada aspek lain yang dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan, misalnya dalam hal liabilitas beserta rinciannya. Namun, hanya dengan melihat nilai laba/rugi dan ekuitas yang negatif saja, secara umum dapat dilihat bahwa jajaran baru Garuda Indonesia punya banyak ‘PR’.

Informasi saja, RUPSLB Garuda Indonesia, Jumat (15/11/2024), dihadiri oleh pemegang 68.582.827.291 lembar saham, atau 74,97% dari total keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.

Adapun jajaran baru pimpinan Garuda Indonesia usai keputusan pada RUPSLB tersebut adalah sebagai berikut:

Susunan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk :

• Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo

• Komisaris: Chairal Tanjung

• Komisaris Independen: Timur Sukirno

• Komisaris: Glenny Kairupan

Susunan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk:

• Direktur Utama: Wamildan Tsani Panjaitan

• Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Prasetio

• Direktur Niaga: Ade R Susardi

• Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea

• Direktur Teknik: Rahmat Hanafi

• Direktur Human Capital & Corporate Service: Enny Kristiani

Bagikan:
garuda indonesiabumn
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. data
  3. Rombak Jajaran Petinggi, Mampu...

Trending