Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. data
  3. Inflasi Kembali ke Sasaran Asu...

Inflasi Kembali ke Sasaran Asumsi Makro

Ilustrasi. (Bhimo Bhirawa & Putut Pramudiko/Fakta.com)

Ilustrasi. (Bhimo Bhirawa & Putut Pramudiko/Fakta.com)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Setelah sempat bergerak naik, inflasi tahunan kembali turun. Hingga September 2023, angkanya menjadi 2,28%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan sempat naik dari posisi Juli 3,08% menjadi 3,27% pada Agustus 2023. Kini, inflasi tahunan sudah berada di bawah asumsi makro APBN 2023 yakni 2,8%.

Demi Inflasi, Sudah 9 Bulan BI7DRR Tertahan di 5,75 Persen

Sementara, jika dilihat secara historis, inflasi September 2023 menjadi yang terendah sejak Februari 2022. Saat itu, inflasi tahunan mencapai 2,06%.

Secara rinci, ada beberapa kelompok pengeluaran, yang mengalami kenaikan inflasi. Salah satunya kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

BPS memaparkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar mencatat kenaikan inflasi menjadi 4,17%. Di sini, ada dua komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi. Di antaranya beras 0,55% dan rokok kretek filter 0,19%.

Kemudian disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,68%. Serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,4%.

Kejar Inflasi 2 Persen pada 2024, Jokowi Tambah Insentif untuk Daerah

Meski begitu, kisaran inflasi 3,0±1% pada tahun ini masih bisa tercapai. Terlebih, Bank Indonesia masih mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%.

"Keputusan ini sebagai konsistensi kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap rendah dan terkendali," tulis Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, dikutip Jumat (22/9/2023).

Bagikan:
badan pusat statistikinflasi
ADS

Update News

Trending