Inflasi Kembali ke Sasaran Asumsi Makro

Ilustrasi. (Bhimo Bhirawa & Putut Pramudiko/Fakta.com)
FAKTA.COM, Jakarta - Setelah sempat bergerak naik, inflasi tahunan kembali turun. Hingga September 2023, angkanya menjadi 2,28%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan sempat naik dari posisi Juli 3,08% menjadi 3,27% pada Agustus 2023. Kini, inflasi tahunan sudah berada di bawah asumsi makro APBN 2023 yakni 2,8%.
Sementara, jika dilihat secara historis, inflasi September 2023 menjadi yang terendah sejak Februari 2022. Saat itu, inflasi tahunan mencapai 2,06%.
Secara rinci, ada beberapa kelompok pengeluaran, yang mengalami kenaikan inflasi. Salah satunya kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
BPS memaparkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar mencatat kenaikan inflasi menjadi 4,17%. Di sini, ada dua komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi. Di antaranya beras 0,55% dan rokok kretek filter 0,19%.
Kemudian disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,68%. Serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,4%.
Meski begitu, kisaran inflasi 3,0±1% pada tahun ini masih bisa tercapai. Terlebih, Bank Indonesia masih mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%.
"Keputusan ini sebagai konsistensi kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap rendah dan terkendali," tulis Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, dikutip Jumat (22/9/2023).













