Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. daerah
  3. Warga Lebak Banten Diimbau Was...

Warga Lebak Banten Diimbau Waspada Kebakaran saat Musim Kemarau

Ilustrasi kebakaran hutan

Ilustrasi kebakaran hutan

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Pemkab Lebak, Provinsi Banten mengimbau masyarakat mewaspadai kebakaran permukiman dan kawasan hutan sehubungan memasuki musim kemarau.

"Kita telah menyampaikan kepada seluruh aparatur kecamatan, desa dan kelurahan agar mewaspadai kebakaran," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kabupaten Lebak Dartim saat memimpin upacara Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lebak, Senin (5/5/2025).

Peringatan kewaspadaan kebakaran itu untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material yang cukup besar.

Baca Juga: 8 Rumah di Kemayoran Jakarta Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik

Sebab, potensi musim kemarau sangat berpeluang menimbulkan kebakaran baik di permukiman maupun kawasan hutan.

Penyebab kebakaran itu berbagai faktor antara lain korsleting listrik, kebocoran kompor gas elpiji, lupa mematikan kompor, tungku, membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok ke semak belukar yang mengalami kekeringan.

Saat ini, kata dia, musibah kebakaran di Kabupaten Lebak masih tinggi, karena sepanjang tahun 2024 mencapai 80 kasus dengan kerugian material mencapai Rp3,7 miliar.

Baca Juga: Kebakaran Besar Sukahaji Bandung di Tengah Sengketa Tanah

"Kami berharap musibah kebakaran itu tidak terjadi jika masyarakat waspada dan berikhtiar untuk upaya pencegahan," kata Dartim.

Menurut dia, peringatan kewaspadaan kebakaran sudah disampaikan kepada aparatur kecamatan dan desa/kelurahan menghadapi musim kemarau itu.

Selama beberapa hari terakhir ini di Lebak tidak ada curah hujan, bahkan suhu udara cukup panas akibat sinar terik matahari.

Baca Juga: Kebakaran di Pasar Poncol Jakarta Pusat Hanguskan 35 Unit Kios

Oleh karena itu, pihaknya menyiagakan delapan unit kendaraan pemadam kebakaran dengan dukungan personel sebanyak 35 orang.

Pihaknya memiliki empat Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Lebak, yaitu di Kecamatan Rangkasbitung, Cileles, Cipanas, dan Malingping.

"Kita selama 24 jam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan jika menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman," katanya. (ANT)

Bagikan:
kebakaranKabupaten Lebakbantenmusim kemarau
ADS

Update News

Trending