Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. daerah
  3. Volume Sampah di Kota Bandung ...

Volume Sampah di Kota Bandung Melonjak 20 Persen Pasca-Lebaran

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Istimewa)

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Istimewa)

Google News Image

FAKTA.COM, Bandung - Pemkot Bandung mengambil langkah strategis untuk mengatasi lonjakan volume sampah pasca-Lebaran yang meningkat signifikan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penanganan sampah saat ini menjadi prioritas utama karena peningkatannya diperkirakan mencapai lebih dari 20 persen.

“Saya khawatir, produksi sampah kita setelah Lebaran meningkat signifikan. Sepertinya peningkatannya di atas 20 persen,” ujar Farhan, dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Kolam Renang Tirta Lega Direvitalisasi, Farhan: Jadi Destinasi Study Tour

Salah satu titik kritis yang mendapat perhatian serius adalah Pasar Gedebage. Menurut Farhan, ditemukan tumpukan sampah mencapai 1.120 meter kubik hanya di lokasi tersebut.

“Ini saya baru tahu semalam. Di Pasar Gedebage saja terjadi penumpukan 1.120 meter kubik. Ini harus diinvestigasi, dan siapapun yang bertanggung jawab wajib mempertanggungjawabkannya secara hukum,” tegasnya.

Farhan juga menjelaskan, sejumlah TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di Bandung ditutup sementara untuk dikosongkan karena keterbatasan daya olah sampah yang hanya mencapai kurang dari 12 persen.

Akibatnya, terjadi penumpukan sampah di sejumlah lokasi yang disebut sebagai “tikum” (titik kumpul).

Baca Juga: Gawat, Minibus di Tangerang Tepergok Hendak Buang Sampah di Jalan

“TPS ditutup dulu untuk dikosongkan. Setelah itu, baru dibuka TPS lain. Ini menimbulkan tikum-tikum yang harus ditangani dengan hati-hati. Kita minta RT, RW, kelurahan, kecamatan cepat melaporkan agar bisa segera ditangani,” ungkapnya.

Dari hasil pengawasan di 19 titik pasar, Pasar Gedebage menjadi lokasi dengan permasalahan terberat. Penumpukan juga terjadi di TPS Ciwastra dengan volume sekitar 500 meter kubik, yang ditargetkan selesai dalam 10 hari ke depan.

Untuk mengatasi hal ini, Farhan menyebut Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah. Pertama mendata ulang volume sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, pasar, dan titik-titik keramaian lainnya.

Baca Juga: Libur Lebaran, Volume Sampah di Destinasi Wisata Pangandaran Naik 300 Persen

Langkah kedua, Pemkot Bandung menutup sementara beberapa TPS (Tempat Pembuangan Sementara) untuk dikosongkan secara bergilir.

“TPS kita tutup bergilir agar bisa dikosongkan dulu. Setelah kosong, baru TPS lain dibuka. Ini menyebabkan penumpukan atau titik kumpul (tikum), tapi ini sudah dalam pantauan,” jelasnya.

Langkah ketiga, Pemkot Bandung akan mempercepat operasionalisasi beberapa fasilitas pengolahan sampah, termasuk RDF (Refuse Derived Fuel) dan teknologi thermal. Akselerasi ini akan dimulai pada 25 April 2025.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Dorong Sekolah Masukkan Ilmu Pengelolaan Sampah

“Kita akselerasi pengoperasian RDF dan thermal. Pengolahan terbesar sekarang baru ada di Tegallega, Cicukang Holis, dan Bandung Kulon. Itu belum cukup, makanya kita percepat,” kata Farhan.

Di sisi lain, Farhan menegaskan, upaya pengurangan sampah dari hulu juga terus dijalankan melalui penguatan program Kang Pisman dan Buruan SAE. Program ini akan didorong bekerja sama dengan tim PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga: Selama Ramadan, Volume Sampah di Aceh Selatan Meningkat hingga 5 Persen

Dia juga menargetkan penambahan jumlah Kawasan Bebas Sampah (KBS) dari 413 menjadi 700 KBS hingga akhir 2025. Program ini menyasar seluruh RW di Bandung yang berjumlah 1.597.

“Sekarang baru 413 KBS. Kita targetkan bisa capai 700 KBS tahun ini,” ujarnya.

Bagikan:
sampahwali kota bandungMuhammad Farhanpemkot bandung
Loading...
ADS

Update News

Trending