Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. daerah
  3. Status Tanggap Darurat Bencana...

Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Situbondo Diperpanjang

Petugas BPBD menangani rob di Desa Landangan, Kecamatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/HO-BPBD Situbondo

Petugas BPBD menangani rob di Desa Landangan, Kecamatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/HO-BPBD Situbondo

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama tiga bulan ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Sruwi Hartanto menjelaskan, perpanjangan status itu seiring dengan ancaman potensi bencana alam yang masih sering terjadi di wilayah setempat.

"Sesuai petunjuk BPBD Provinsi Jawa Timur kami perpanjang mulai hari ini hingga tiga bulan ke depan atau sampai Juni 2025, karena memang masih ada bencana yang terjadi, seperti banjir rob dan lainnya," katanya.

Baca Juga: BPBD Tangerang Sebut Awal April Sudah Memasuki Musim Kemarau

Dia menjelaskan, perpanjangan status tersebut juga dilakukan karena diperlukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanganan pascabencana.

Sebut saja perbaikan fasilitas sumber daya air (SDA) dampak banjir bandang di Kecamatan Kendit.

Untuk penanganan fasilitas sumber daya air itu, katanya, Pemprov Jatim juga membutuhkan perpanjangan waktu tiga bulan, sehingga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi diperpanjang.

Baca Juga: Atasi Banjir di Jakarta Timur, BPBD Kerahkan 30 Personel

Dalam kesiapsiagaan bencana, BPBD juga akan melakukan pengenalan bencana ke berbagai sekolah dasar di daerah setempat.

"Dalam waktu dekat kami akan ke sekolah-sekolah SD yang ada di sekitar kantor untuk melakukan sosialisasi terkait kebencanaan. Siswa nanti diedukasi apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana alam," kata Sruwi Hartanto.

Dia mengatakan, siswa SMP dan SMA atau sederajat juga telah mendapatkan sosialisasi tentang kebencanaan melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Kota Bandung segera Miliki BPBD, Farhan: Dalam Tahap Finalisasi

Sementara kegiatan serupa dengan sasaran masyarakat melalui pembentukan desa tanggap bencana (destana). Hingga saat ini, di Situbondo tercatat 32 destana tersebar di 17 kecamatan.

"Pembentukan desa tanggap bencana ini didasarkan pada potensi bencana di desa setempat," kata Sruwi Hartanto. (ANT)

Bagikan:
bpbdtanggap darurathidrometeorologiSitubondo
ADS

Update News

Trending