Polisi Ciduk Tiga Pengedar Uang Palsu di Wilayah Selatan Cianjur

Dua dari tiga pelaku pengendar uang palsu di sejumlah kecamatan di selatan Cianjur, Jawa Barat, diringkus petugas Polsek Takokak, Jumat, 18/4/2025.ANTARA/Ahmad Fikri (Ahmad Fikri)
FAKTA.COM, Jakarta - Polres Cianjur menangkap tiga pengedar uang palsu yang beraksi di sejumlah kecamatan di Cianjur selatan, atas nama JU alias Buluk (32), DA (30) dan EY (27) beserta barang bukti puluhan lembar uang palsu.
Kapolsek Takokak AKP Marta Wijaya mengatakan terungkapnya peredaran uang palsu tersebut berawal dari kecurigaan warga terutama pemilik toko dan warung yang sempat kedatangan para pelaku.
"Pelaku sempat beraksi menukarkan uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu di sejumlah warung dan toko di tiga kecamatan termasuk di Takokak, di mana pelaku melakukan transaksi dompet digital," katanya, Jumat (18/42025).
Melihat aksinya berhasil dan tidak dicurigai, pelaku secara acak melakukan hal yang sama di toko dan warung yang lainnya, hingga akhirnya salah seorang pemilik warung melaporkan temuan uang palsu ke Polsek Takokak.
Pemilik warung merasa curiga dengan tiga lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu yang hendak ditukarkan para pelaku dengan pecahan Rp50 ribu, namun sempat disanggupi hanya empat lembar dan uang yang diterima terlihat janggal.
"Pemilik warung melapor ke petugas yang datang langsung ke lokasi guna mengamankan ketiga pelaku beserta barang bukti sekitar 80 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu," katanya.
Saat diperiksa, pelaku mengaku mendapatkan uang palsu dari warga seseorang di wilayah Garut.
Kemudian pelaku diminta membeli barang, transaksi dompet digital, dan menukarkan uang palsu dengan uang asli di warung dan toko di wilayah selatan Cianjur.
Para pelaku sudah beraksi sejak beberapa hari terakhir dan melakukan penukaran uang palsu di tiga kecamatan dengan jumlah total sekitar 4-5 juta rupiah, termasuk di toko swalayan dan konter ponsel di Kecamatan Kadupandak.
"Kami akan mengembangkan kasusnya guna menangkap pelaku lainnya termasuk pemasok uang palsu pada para tersangka, karena aksi tersebut ada pemimpinnya," kata Kapolsek.(ANT)













