Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. daerah
  3. Waspada Cuaca Ekstrem, Wali Ko...

Waspada Cuaca Ekstrem, Wali Kota Bandung: Kita Harus Cepat Tanggap

Wali Kota Bandung M Farhan meninjau rumah korban banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung. (Foto: Istimewa)

Wali Kota Bandung M Farhan meninjau rumah korban banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung. (Foto: Istimewa)

Google News Image

FAKTA.COM, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan jajaran pemerintah dan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat.

Berdasarkan informasi BMKG, hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Bandung hingga 11 April mendatang.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan dengan intensitas tinggi akan terus terjadi, khususnya di wilayah Bandung Timur dan Utara,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa (8/4/2025).

Baca Juga: Banjir di Bontang, 1.700 Warga Mengungsi, Kemensos Beri Bantuan

Menurutnya, kewaspadaan ekstra harus dilakukan terutama di kawasan Gunung Manglayang, Tahura, dan Lembang sebagai titik rawan yang berpotensi menimbulkan banjir bandang dan longsor.

Farhan mengatakan, di dua hari terakhir masa liburan lalu, Bandung sempat diguyur hujan ekstrem yang mengakibatkan berbagai bencana lokal.

Beberapa kawasan terdampak di antaranya Citepus dan Cikapundung, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Waspada Banjir Rob, Hindari Jalur Pantura Demak Sore-Petang

“Namun ada kerugian fisik yang cukup terasa, dan ini harus jadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Dia mengapresiasi kesiapan jajaran TNI, Polri, camat, lurah, hingga Satpol PP dan Damkar yang bekerja ekstra dalam menangani dampak bencana.

Menurutnya, keberhasilan penanganan tidak lepas dari semangat kerja kolektif yang solid di seluruh lini pemerintahan.

Baca Juga: Atasi Banjir Tangerang, Saluran Bendung Tanah Tinggi 3 Dinormalisasi

Namun demikian, Farhan menegaskan penanganan bencana tidak boleh hanya reaktif. Ia meminta semua OPD, khususnya yang berkaitan dengan kebencanaan, untuk bersiap dengan rencana kontinjensi dan skenario mitigasi.

“Kita harus tanggap dan cepat. Jangan menunggu kejadian dulu baru bergerak,” katanya.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor dan banjir.

Baca Juga: Pemkab Bandung Distribusikan Bantuan Perahu untuk 16 Kecamatan Rawan Banjir

“Libatkan RT, RW, dan komunitas lokal untuk menjadi agen kesiapsiagaan. Deteksi dini dan peringatan dini adalah kunci,” jelasnya.

Lebih lanjut Farhan mengajak masyarakat untuk menjaga kedisiplinan dan semangat gotong royong dalam menghadapi musim hujan ini.

“Tidak ada program yang berhasil tanpa kerja tim. Kita adalah satu tim besar yang bertugas melindungi warga,” kata dia.

Bagikan:
cuaca ekstremhidrometeorologiwali kota bandungMuhammad Farhanbmkg
Loading...
ADS

Trending

Update News