Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. daerah
  3. Ratusan Pengunjung Berebut Gun...

Ratusan Pengunjung Berebut Gunungan Ketupat Cokelat di Blitar

Pengunjung berebut gunungan yang berisi ketupat cokelat dalam Lebaran Ketupat di "Kampung Coklat" Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (7/4/2025). ANTARA/Asmaul

Pengunjung berebut gunungan yang berisi ketupat cokelat dalam Lebaran Ketupat di "Kampung Coklat" Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (7/4/2025). ANTARA/Asmaul

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Ratusan warga dari berbagai tempat di Blitar dan sekitarnya berebut gunungan ketupat cokelat dalam tradisi Lebaran Ketupat yang digelar di "Kampung Coklat" Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Seorang perwakilan dari Manajemen Kampung Coklat Kabupaten Blitar Alya Maha Dewi mengatakan, kegiatan ini digelar untuk melestarikan tradisi budaya setempat. Dalam tradisi di Jawa, setiap hari raya ketujuh digelar Lebaran Ketupat.

"Ketupat cokelat ini untuk 'nguri-nguri' (melestarikan) budaya di Indonesia, terlebih lagi budaya Islam. Kami mengadakan kegiatan ini untuk mengingat budaya terdahulu. Filosofi dari ketupat adalah 'mengaku lepat' (mengaku salah) sehingga di hari raya ketujuh ini kami adakan kegiatan ini," katanya, Senin (7/4/2025).

Baca Juga: H+5 Lebaran, 1,4 juta Kendaraan Kembali ke Wilayah Jabotabek

Dia mengatakan, dalam kegiatan ini manajemen memasak ketupat 4.000 bungkus yang semua dibagikan kepada para pengunjung. Ketupat itu ada yang ketupat cokelat, karena dicampur dengan bubuk kakao serta ketupat biasa.

Pihaknya sudah persiapan jauh-jauh hari untuk kegiatan ini, misalnya persiapan untuk beras, janur yang dibuat ketupat, hingga pelengkapnya seperti sayur lodeh dan opor ayam.

"Ada 4.000 ketupat dan kami bagikan gratis ke pengunjung. Ini ketupatnya dipadukan dengan opor ayam, sayur lodeh khas Jawa," kata dia.

Baca Juga: Nawu Sendang Seliran, Tradisi Sambut Ramadan di Yogyakarta

Dia mengatakan, kegiatan ini rutin setiap tahun, sedangkan ketupat selalu ditambah dari 1.000 ketupat hingga saat ini mencapai 4.000 ketupat, dengan harapan semua pengunjung bisa menikmati.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengapresiasi kegiatan ketupat cokelat yang digelar di "Kampung Coklat" Kabupaten Blitar.

Menurut dia, kegiatan ini juga menunjukkan semakin kreatif dan semakin variatif wisata di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Korlantas: 1,3 Juta Kendaraan ke Arah Jakarta H+7 Lebaran 2025

Terlebih lagi, ujarnya, di lokasi ini banyak edukasi tentang budi daya tanaman kakao hingga proses pengolahan menjadi cokelat.

"'Kampung Coklat' tidak hanya luar biasa dalam hal pariwisata, tapi juga edukasinya. Ada pawai ketupat cokelat dan ini juga mengedukasi," kata dia.

Salah seorang pengunjung berasal dari Bllitar, Veve, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan Lebaran Ketupat di lokasi ini.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Arus Balik Penyeberangan Situbondo-Madura Meningkat

Dia mengaku turut berebut gunungan yang berisi ketupat cokelat dan banyak mendapatkan ketupat. Dia juga mengaku sudah mencicipi langsung ketupat cokelat dengan rasa enak itu.

"Tadi ikut rebutan ketupat cokelat, seru sekali ikut rebutan. Jadi antusiasnya dapat, seru banget. Kalau ketupat cokelat rasanya enak, beda dari yang lain dan ini hanya bisa ditemukan di 'Kampung Coklat'. Tadi dipadukan dengan opor ayam dan lodeh," kata dia.

Baca Juga: Antiklimaks Mudik Lebaran, Dampak Efisiensi Anggaran?

Gunungan yang berisi ketupat cokelat itu awalnya diarak keliling jalan raya dan kemudian dibawa ke area "Kampung Coklat". Setelah didoakan, gunungan itu diperebutkan warga.

Selesai berebut, warga juga antre untuk makan bersama ketupat cokelat yang disajikan bersama dengan opor ayam dan sayur lodeh. Semua pengunjung mencicipi menu tersebut. (ANT)

Bagikan:
lebaranidulfitrikampung coklattradisi
Loading...
ADS

Update News

Trending